ANALISIS LITERASI SAINS SISWA KELAS VI SD ST. CLARA TOMOHON DALAM PEMBELAJARAN IPA BERBASIS DIGITAL

Isi Artikel Utama

Widdy H.F Rorimpandey
Ridwain Stepi Buniahe
Wiwin Herswinda Mamonto
Elfin Lahiang
Fera Lowai

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis literasi sains siswa kelas VI SD St. Clara Tomohon dalam pembelajaran IPA berbasis digital. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai kemampuan ilmiah siswa serta faktor yang memengaruhi implementasi pembelajaran digital. Subjek penelitian terdiri dari 20 siswa kelas VI dan seorang guru IPA. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes literasi sains, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi sains siswa masih rendah, terutama dalam kemampuan menginterpretasi data dan menerapkan konsep IPA. Pembelajaran berbasis digital telah dilakukan melalui penggunaan video dan simulasi sederhana, namun belum terintegrasi secara optimal ke dalam proses inkuiri ilmiah. Kendala utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan perangkat, koneksi internet yang tidak stabil, serta keterampilan digital guru dan siswa yang belum merata. Meskipun demikian, antusiasme siswa terhadap teknologi, ketersediaan LCD, dan dukungan sekolah menjadi faktor pendukung penting bagi pembelajaran digital. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan literasi sains membutuhkan optimalisasi pemanfaatan teknologi serta penguatan kesiapan digital guru dan sekolah.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
H.F Rorimpandey, Widdy, Ridwain Stepi Buniahe, Wiwin Herswinda Mamonto, Elfin Lahiang, dan Fera Lowai. “ANALISIS LITERASI SAINS SISWA KELAS VI SD ST. CLARA TOMOHON DALAM PEMBELAJARAN IPA BERBASIS DIGITAL”. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) 5, no. 4 (Desember 29, 2025): 5250–5258. Diakses Februari 5, 2026. https://jurnal.spada.ipts.ac.id/index.php/JIPDAS/article/view/4375.
Bagian
Artikel

Referensi

Arsyad, A. (2021). Media pembelajaran berbasis teknologi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Anjani, M., & Hidayat, T. (2023). Digital learning integration in primary science classrooms. Journal of Digital Education, 5(2), 112–125.

Firdaus, M., Sari, L., & Nugraha, R. (2022). Challenges of digital-based learning in elementary schools. Journal of Educational Technology, 10(1), 45–54.

Firman, H., & Widodo, A. (2020). Scientific literacy development in Indonesian primary schools. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 9(3), 321–330.

Kemendikbudristek. (2023). Laporan Capaian Kompetensi Minimum. Jakarta: Pusat Asesmen Pendidikan.Lestari, I. (2020). STEM approach and scientific literacy in elementary education. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(2), 55–64.

Lestari, I. (2021). Pengembangan literasi sains dalam pembelajaran IPA sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 9(1), 14–25.

Mayer, R. E. (2020). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press.

Nurhayati, L., Yuniarti, S., & Ramadhani, D. (2021). Inquiry-based science learning at the elementary level. Elementary Science Education Journal, 4(2), 89–102.

OECD. (2023). PISA 2022 results: Scientific literacy. Paris: OECD Publishing.

Puentedura, R. (2021). The SAMR model for technology integration. Journal of Educational Technology Frameworks, 12(1), 1–10.

Rahmawati, F., & Subekti, A. (2022). Project-based science learning to enhance scientific reasoning. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 8(2), 101–115.

Sani, R. A. (2021). Pembelajaran sains untuk sekolah dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

UNESCO. (2022). Digital literacy competencies for 21st-century learners. Paris: UNESCO Publishing.

Wijaya, A., Pratiwi, D., & Sunarto, S. (2022). Effects of digital simulations on understanding science concepts. International Journal of Science Education, 44(5), 763–780.

Yuliani, N., Puspita, R., & Wibowo, A. (2022). Students’ scientific literacy challenges in digital classrooms. Journal of Elementary Science Education, 6(1), 33–47.