PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN PANCASILA BERBASIS KEARIFAN LOKAL NTT UNTUK MENGUATKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR

Isi Artikel Utama

Michael Alexsander Reynaldy Manno
Vera Rosalina Bulu
Netty Elisabeth Antonetha Nawa

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya penguatan karakter peserta didik di kelas I sekolah dasar, yang ditunjukkan melalui kurangnya sikap tolong-menolong, belum terbiasa bekerja sama, kurang menghargai teman, serta belum disiplin dalam mengikuti aturan kelas. Perilaku tersebut berkaitan dengan empat aspek karakter yang perlu dikuatkan, yaitu kepedulian, kerja sama, kebersamaan, dan tanggung jawab. Selain itu, bahan ajar yang digunakan masih bersifat umum dan belum mengintegrasikan nilai-nilai karakter dengan kehidupan sehari-hari maupun kearifan lokal. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bahan ajar yang kontekstual untuk mendukung penguatan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Pendidikan Pancasila berbasis kearifan lokal NTT yang valid, praktis, dan efektif dalam menguatkan karakter peserta didik. Model penelitian yang digunakan adalah model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas I SD. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas I yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, angket, dan observasi. Analisis data dilakukan melalui uji kevalidan, kepraktisan, serta uji keefektifan yang mencakup uji normalitas, uji homogenitas, uji keseimbangan, uji t, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria valid berdasarkan penilaian ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Hasil uji kepraktisan menunjukkan bahwa bahan ajar mudah digunakan oleh guru dan peserta didik. Pada aspek keefektifan, hasil uji statistik menunjukkan bahwa bahan ajar efektif dalam menguatkan karakter peserta didik. Nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,56 (kategori  sedang) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,26 (kategori rendah). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa bahan ajar pendidikan pancasila berbasis kearifan lokal yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran untuk penguatan karakter peserta didik.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Manno, Michael Alexsander Reynaldy, Vera Rosalina Bulu, dan Netty Elisabeth Antonetha Nawa. “PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN PANCASILA BERBASIS KEARIFAN LOKAL NTT UNTUK MENGUATKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR”. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) 6, no. 3 (Juni 13, 2026): 3622–3629. Diakses Juni 16, 2026. https://jurnal.spada.ipts.ac.id/index.php/JIPDAS/article/view/4805.
Bagian
Artikel

Referensi

Aziz. (2024). Pengembangan bahan ajar berbasis budaya lokal dalam penguatan karakter siswa sekolah dasar.

Lickona, T. (2018). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.

Santrock, J. W. (2019). Educational Psychology (6th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Tilaar, H. A. R. (2017). Pedagogik Teoritis untuk Indonesia. Jakarta: Kompas Gramedia.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Wulandari, A., dkk. (2020). Pengaruh bahan ajar berbasis kearifan lokal terhadap penguatan karakter siswa sekolah dasar.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/R&D). Bandung: Alfabeta.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Dick, W., & Carey, L. (2015). The Systematic Design of Instruction. Boston: Pearson.

Kemendikbudristek. (2022). Kurikulum Merdeka dan Implementasinya dalam Pembelajaran. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ri`set, dan Teknologi.