EFEKTIVITAS PROBLEM-BASED CIVIC LEARNING BERBANTUAN SCAFFOLDING SOKRATIK BERBASIS AI TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN KEWARGAAN SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Isi Artikel Utama
Abstrak
Kemampuan penalaran kewargaan diperlukan agar siswa mampu mengidentifikasi persoalan publik, mengevaluasi informasi, menyusun alasan berdasarkan bukti, mempertimbangkan berbagai perspektif, dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Problem-Based Civic Learning berbantuan scaffolding Sokratik berbasis kecerdasan buatan terhadap kemampuan penalaran kewargaan siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain pretest–posttest nonequivalent control group. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing terdiri atas 10 siswa. Kelompok eksperimen mengikuti Problem-Based Civic Learning berbantuan pertanyaan Sokratik adaptif berbasis AI, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran yang biasa diterapkan guru. Data dikumpulkan menggunakan tes uraian berbasis kasus kewargaan, lembar observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji paired-samples t-test, independent-samples t-test, N-gain, dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kelompok eksperimen meningkat dari 55,40 menjadi 74,40, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 55,00 menjadi 66,10. Terdapat perbedaan kemampuan akhir yang signifikan antara kedua kelompok dengan nilai signifikansi sebesar 0,005. Kelompok eksperimen memperoleh N-gain sebesar 0,426 dalam kategori sedang, sedangkan kelompok kontrol memperoleh 0,246 dalam kategori rendah. Nilai Cohen’s d sebesar 1,62 menunjukkan pengaruh dalam kategori besar. Dengan demikian, Problem-Based Civic Learning berbantuan scaffolding Sokratik berbasis AI efektif meningkatkan kemampuan penalaran kewargaan siswa kelas V sekolah dasar.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Chang, J.-L., Hung, H.-T., & Yang, Y.-T. C. (2024). Effects of an annotation-supported Socratic questioning approach on students’ argumentative writing performance and critical thinking skills in flipped language classrooms. Journal of Computer Assisted Learning, 40(1), 37–48. https://doi.org/10.1111/jcal.12856
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Dwijayanti, N. M. A., Lasmawan, I. W., & Sudiana, I. N. (2026). PBL model on critical thinking skills and learning independence in civics education. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 10(1), 204–214. https://doi.org/10.23887/jisd.v10i1.109834
Fathurrohman, F., Suparlan, S., Nurohmah, L., & Nurhayati, N. (2025). The implementation of problem-based learning model to improve students’ critical thinking skills in civics subjects. Jurnal Prima Edukasia, 13(2), 225–233. https://doi.org/10.21831/jpe.v13i2.84394
Indra, A. D., Azis, A., & Dewi, L. G. M. W. (2023). Pendidikan Pancasila untuk SD/MI kelas V. Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Lee, C. D., White, G., & Dong, D. (Eds.). (2021). Educating for civic reasoning and discourse. National Academy of Education. https://doi.org/10.31094/2021/2
Lo, C. K. (2023). What is the impact of ChatGPT on education? A rapid review of the literature. Education Sciences, 13(4), Article 410. https://doi.org/10.3390/educsci13040410
Meirbekov, A., Maslova, I., & Gallyamova, Z. (2022). Digital education tools for critical thinking development. Thinking Skills and Creativity, 44, Article 101023. https://doi.org/10.1016/j.tsc.2022.101023
Miao, F., & Holmes, W. (2023). Guidance for generative AI in education and research. UNESCO. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000386693
Retnasari, L., Wirdianne, T. A., Abdulkarim, A., Sundawa, D., Wardani, E. K., & Sulaiman. (2026). The effect of problem-based learning model on civic knowledge and civic skills in elementary school. Jurnal Kalacakra, 7(1), 1–13. https://doi.org/10.31002/j.kra.v7i1.3192