KESULITAN SISWA KELAS V MEMPRODUKSI KRAMA DALAM UNGGAH-UNGGUH BASA JAWA: STUDI KASUS DI SEKOLAH DASAR
Isi Artikel Utama
Abstrak
Tingkat tutur bahasa Jawa (unggah-ungguh basa) menyatakan kesopanan, tetapi siswa sekolah dasar sering kesulitan memakai krama kepada guru. Penelitian ini menelaah kesulitan siswa kelas V dalam memakai krama di sekolah, faktor yang melatarinya, dan rekomendasi. Studi kasus kualitatif dilakukan di SDN 1 Pacekulon, Nganjuk, Jawa Timur, pada Agustus 2026. Data berasal dari wawancara semi-terstruktur dengan enam siswa yang dipilih purposif, orang tua mereka, wali kelas, dan kepala sekolah, serta observasi berbasis peristiwa dan dokumentasi, lalu dianalisis tematik dengan ATLAS.ti. Kesulitan siswa terutama terletak pada memproduksi krama (mengingat kosakata, mencampur ngoko dan krama, dan mempertahankan tuturan panjang), bukan pada mengetahui kepada siapa krama dipakai. Ketika ragu, siswa beralih ke bahasa Indonesia yang sopan, pilihan yang dibenarkan guru dan orang tua. Keenam siswa merasa tidak nyaman setelah salah, sedangkan keraguan sebelum berbicara bervariasi; ejekan “sok halus” dari teman tidak muncul, walaupun satu siswa takut ditertawakan saat salah. Siswa menunjukkan sikap hormat dan menerima koreksi, tetapi bentuk yang dikoreksi sering terlupa. Informan menyebut rumah yang tidak mewajibkan dan jarang mencontohkan krama, pandangan beragam tentang gawai, dan sumber belajar sekolah yang terbatas. Latihan krama bertahap, koreksi yang mendorong siswa menemukan sendiri bentuk yang benar, pelibatan orang tua, uji kecil media pembelajaran, dan kejelasan peran bahasa Indonesia sebagai pengganti sementara diajukan sebagai pertimbangan dan masih perlu diuji.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Adisti, A. R. (2018). Internalization of Javanese ungguh-unggah (etiquette) character in modern era through personality course at English Education Department. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 10(2), 216–230.
Adisti, A. R., & Rozikan, M. (2021). Fostering the alpha generation: A character education based on Javanese unggah ungguh (etiquette) culture in madrasah ibtidaiyah. Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 13(1), 179–198. https://doi.org/10.14421/al-bidayah.v13i1.256
Afida, F. R., & Kurnia, A. (2022). Krisis eksistensi bahasa Jawa pada generasi alfa: Studi kasus peserta didik SDN Modong Kecamatan Tulangan. Jurnal Primary: Kajian Ilmu Pendidikan Dasar dan Humaniora, 3(2), 54–62.
Alfarobby, M. I., Savitri, A. D., & Laksono, K. (2024). The shift of Javanese language krama in the bilingual community. Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(1), 113–124. https://doi.org/10.33752/disastri.v6i1.5733
Amien, A. R. P., Wibisono, A. B., & Artanto, A. T. (2021). Media pembelajaran mengenai kosakata bahasa Jawa krama untuk anak SD berbasis animasi motion graphic. Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa, 9(2), 185–194. https://doi.org/10.15294/piwulang.v9i2.47130
Biantara, D. O., & Thohir, M. A. (2022). Analisis komunikasi siswa kelas 6 SD dalam mengimplementasikan muatan lokal materi unggah-ungguh basa Jawa. Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa, 10(2), 181–189. https://doi.org/10.15294/piwulang.v10i2.56609
Botes, E., Dewaele, J.-M., & Greiff, S. (2020). The power to improve: Effects of multilingualism and perceived proficiency on enjoyment and anxiety in foreign language learning. European Journal of Applied Linguistics, 8(2), 279–306. https://doi.org/10.1515/eujal-2020-0003
Braun, V., & Clarke, V. (2019). Reflecting on reflexive thematic analysis. Qualitative Research in Sport, Exercise and Health, 11(4), 589–597. https://doi.org/10.1080/2159676X.2019.1628806
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Efendi, A., & Sukamto, K. E. (2020). Mbasaaké in family circle: Linguistic socialization of politeness in Javanese. Linguistik Indonesia, 38(2), 165–178. https://doi.org/10.26499/li.v38i2.177
Errington, J. J. (1988). Structure and style in Javanese: A semiotic view of linguistic etiquette. University of Pennsylvania Press.
Hadiwijaya, M., Kinanti, K. P., & Sari, I. D. P. (2022). Youth and indigenous language: Assessing Javanese krama madya language vitality. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(3), 397–406. https://doi.org/10.23887/jish.v11i3.44545
Heriyanto, F. (2025). Analisis kesulitan pada pembelajaran bahasa Jawa bagi siswa kelas V SD N Cepoko. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 15108–15114. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.27882
Horwitz, E. K., Horwitz, M. B., & Cope, J. (1986). Foreign language classroom anxiety. The Modern Language Journal, 70(2), 125–132. https://doi.org/10.1111/j.1540-4781.1986.tb05256.x
Lanza, E., & Lomeu Gomes, R. (2020). Family language policy: Foundations, theoretical perspectives and critical approaches. In A. C. Schalley & S. A. Eisenchlas (Eds.), Handbook of home language maintenance and development: Social and affective factors (pp. 153–173). De Gruyter Mouton.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.
Lyster, R., & Ranta, L. (1997). Corrective feedback and learner uptake: Negotiation of form in communicative classrooms. Studies in Second Language Acquisition, 19(1), 37–66. https://doi.org/10.1017/S0272263197001034
Lyster, R., & Saito, K. (2010). Oral feedback in classroom SLA: A meta-analysis. Studies in Second Language Acquisition, 32(2), 265–302. https://doi.org/10.1017/S0272263109990520
Phasa, H. N., & Andriani, M. (2026). Internal language shift in Javanese speech levels: Digital influence among generation alpha in Bojonegoro. Lingua Cultura, 20(1), 83–93. https://doi.org/10.21512/lc.v20i1.14584
Poedjosoedarmo, S. (1968). Javanese speech levels. Indonesia, 6, 54–81.
Poedjosoedarmo, S. (2017). Language propriety in Javanese. Journal of Language and Literature, 17(1), 1–9.
Putri, C. A., Sholihah, N. I., Inayah, U. K., & Retnoningsih, D. A. (2026). Analisis miskonsepsi siswa materi unggah-ungguh bahasa Jawa menggunakan instrumen three-tier test pada siswa kelas V SD. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(3), 406–418.
Putri, Y. D., Barokah, R., Savitri, N. R., Subandowo, D., & Siagiyanto, B. E. (2025). Language heritage maintenance of Javanese krama inggil through traditional cultural activities in Komering Putih Village. Rainbow: Journal of Literature, Linguistics and Cultural Studies, 14(1), 87–97. https://doi.org/10.15294/rainbow.v14i1.19942
Ridwan, M., Wibowo, S., Setiawan, A., Nurnaningsih, & Deswijaya, R. A. (2026). Efek penggunaan gadget terhadap perkembangan bahasa Jawa anak usia dini. Kawruh: Journal of Language Education, Literature and Local Culture, 8(1), 58–68. https://doi.org/10.32585/kawruh.v8i1.7966
Roosi, R., Ismatul, K., & Khilmi, M. (2024). Exploring Javanese as a first language in children’s social groups in Blitar. Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya, 52(2), 245–260. https://doi.org/10.17977/um015v52i22024p245
Sholikha, N. A., & Subrata, H. (2024). Pengembangan media Javanese Monopoly (JAVANOPOLY) untuk pembelajaran unggah-ungguh bahasa Jawa peserta didik kelas IV sekolah dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 12(4), 486–500.
Wulandari, A., Mulyana, D., Hadisiwi, P., & Rizal, E. (2025). Negotiating identity through language: The meaning of Javanese speech levels among teenagers in Yogyakarta, Indonesia. International Journal of Innovative Research and Scientific Studies, 8(2), 2022–2032.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.