PERADABAN ISLAM PADA MASA UMAYYAH DAN ABBASIYAH

Isi Artikel Utama

Umi Nur Kholifatun
Dewi Afiqah
Asmaul Husna
Alini Alini
Faikatunnisa Faikatunnisa
Lukman Lukman

Abstrak

Studi ini berupaya mengkaji dan membandingkan bagaimana komunitas Islam berkembang selama masa Umayyah dan Abbasiyah dengan menggunakan pendekatan perbandingan historis. Data yang digunakan berasal dari sumber lain, seperti buku sekolah, artikel jurnal, dan informasi dari Google Cendekia. Hal utama yang dikaji dalam studi ini adalah bagaimana masing-masing keluarga kerajaan membentuk identitas Islam sebagai komunitas dunia, dan kontribusi mereka dalam bidang sains, seni, dan adat istiadat.Temuan studi menunjukkan bahwa Dinasti Umayyah (661–750 M) sangat berperan penting dalam membangun komunitas Islam dengan menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa utama, menuliskan ilmu-ilmu Islam, dan membangun karya arsitektur besar seperti Kubah Batu. Masa ini juga menyaksikan perkembangan pemahaman Al- Qur'an, hadis Nabi, hukum Islam, tata bahasa Arab, dan terjemahan awal berbagai sumber ilmu pengetahuan. Di sisi lain, Dinasti Abbasiyah (750–1258 M) dikenal sebagai masa keemasan komunitas Islam, dengan munculnya pusat-pusat pembelajaran besar seperti Baitul Hikmah dan langkah maju yang signifikan dalam logika dan studi agama. Ilmuwan-ilmuwan terkemuka seperti Al- Khawarizmi, Ibnu Sina (Avicenna), dan Al-Ghazali muncul pada masa ini, membawa Islam ke puncak kejayaan intelektual dan pendidikannya.Dalam hal seni dan adat istiadat, Dinasti Abbasiyah juga membuat kemajuan pesat dalam musik, sastra, arsitektur, dan kaligrafi, menunjukkan perpaduan nilai-nilai Islam dengan sejarah budaya yang lebih luas di seluruh dunia. Oleh karena itu, studi ini menegaskan bahwa Dinasti Umayyah dan Abbasiyah merupakan dua pilar utama dalam pembentukan dan pengembangan komunitas Islam, yang memiliki dampak mendalam pada sejarah pemikiran dunia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Kholifatun, Umi Nur, Dewi Afiqah, Asmaul Husna, Alini Alini, Faikatunnisa Faikatunnisa, dan Lukman Lukman. “PERADABAN ISLAM PADA MASA UMAYYAH DAN ABBASIYAH”. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) 6, no. 1 (Februari 28, 2026): 1681–1686. Diakses Maret 7, 2026. https://jurnal.spada.ipts.ac.id/index.php/JIPDAS/article/view/3755.
Bagian
Artikel

Referensi

Abrari Syauqi, d. (2016). Sejarah Peradaban Islam. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

Aizid, R. (2015). Ensiklopedia peradaban Islam. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Blake, S. P. (1987). Shahjahanabad: The sovereign city in Mughal India, 1639– 1739. Cambridge: Cambridge University Press.

Fu’adi, M. (2011). Sejarah peradaban Islam: Dinasti Umayyah dan Abbasiyah. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Gutas, D. (1998). Greek thought, Arabic culture: The Graeco-Arabic translation movement in Baghdad and early Abbasid society. London: Routledge.

Hitti, P. K. (2002). History of the Arabs (10th ed.). London: Palgrave Macmillan.

Karim, A. (2012). Sejarah pemikiran dan peradaban Islam. Bandung: CV Pustaka Setia.

Nasution, H. (1992). Islam rasional: Gagasan dan pemikiran Harun Nasution. Bandung: Mizan.

“ P e r k e m b a n g a n S e n I Dinasti Abbasiyah”. Dalam Suara Jurnal Kajian Seni, Vol. 01, No. 02, April 2015: 194-204 204 Muhammadiyah No. 17 Tahun ke-97 (2012). Hlm. 40 – 41.

Rosenthal, F. (1970). Knowledge triumphant: The concept of knowledge in medieval Islam. Leiden: Brill.

Watt, W. M. (1973). The influence of Islam on medieval Europe. Edinburgh: Edinburgh University Press.

Yatim, B. A. (1997). Sejarah peradaban Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama