METODE KLASIK DI ERA KURIKULUM MERDEKA: STUDI KASUS PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MIT AL-BARIYYAH
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini menganalisis dominasi metode klasik dalam pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Al-Bariyyah di tengah implementasi Kurikulum Merdeka. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada seorang guru bahasa Arab disana, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Arab di MIT Al-Bariyyah masih sangat mengandalkan *Grammar Translation Method* (GTM), dengan fokus pada penerjemahan literal, hafalan kosakata, dan tata bahasa, serta minimnya perhatian pada komunikasi lisan. Meskipun guru menunjukkan inisiatif adaptasi seperti metode nyanyian dan sesekali penggunaan proyektor, upaya ini terhambat oleh keterbatasan fasilitas dan kurangnya literasi teknologi. Pemahaman guru terhadap konsep Kurikulum Merdeka, seperti pembelajaran berdiferensiasi, masih belum optimal karena kurangnya pendampingan teknis dan pelatihan yang kontekstual. Pilihan guru untuk mempertahankan metode klasik dipandang sebagai respons rasional terhadap keterbatasan struktural, bukan penolakan terhadap inovasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum baru sangat bergantung pada dukungan sistemik yang berkelanjutan, pelatihan praktis, dan infrastruktur yang memadai, agar transformasi pedagogis dapat terwujud secara substansial di lapangan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Abidin, M. K., & Santosa, S. (2021). Pembelajaran Bahasa Arab melalui Metode Tadarruj, Takrir, dan Tadrib. Al-Murabbi.
Al-Jarrah, R. S. (2012). The Importance of Arabic Language in Islamic Education. International Journal of Humanities and Social Science.
Brown, H. D. (2007). Principles of Language Learning and Teaching (5th ed.). White Plains, NY: Pearson Education.
Bunyamin, A., & Purnamasari, R. (2022). Kurikulum Merdeka dan Tantangannya di Lembaga Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer.
Chalik, S. A. (2021). Metode dan Strategi Pembelajaran Istima’. Shaut al-Arabiyyah, 9(2); 269–281.
Harb Bashir al-Lasasmeh. (2025). المنهج الحديث: رؤية تكاملية.
Hidayat, M. S. B., & Mustaghfirin, A. R. (2022). Implementasi Metode Fonetik dalam Pembelajaran Maharoh Istima’ dan Kalam. Tanfidziya, 2(1); 51–61.
Kalsum, U., & Taufiq, M. (2024). Upaya Guru Meningkatkan Maharah Istima’ melalui Metode Storytelling. Journal of Education Research.
Kelly, A. V. (2009). The Curriculum: Theory and Practice (6th ed.). London; SAGE Publications.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kementerian Agama RI. (2013). Kurikulum Madrasah 2013: Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab.
Koehler, M. J., & Mishra, P. (2006). Technological Pedagogical Content Knowledge: A Framework for Teacher Knowledge. Teachers College Record.
Larsen-Freeman, D. (2000). Techniques and Principles in Language Teaching. Oxford: Oxford University Press.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Sage.
Mustakim. (2021). Kurikulum Merdeka dan Tantangannya dalam Penerapan di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 9(2); 45–58.
Ning, A., & Danso, E. (2025). Assessing Pedagogical Readiness for Digital Innovation. International Journal of Educational Research.
Nugroho, R. A. (2020). Rekonstruksi Pembelajaran Bahasa Arab di MI: Antara Metode Klasik dan Teknologi Digital. Jurnal Ibtida’I, 6(1); 22–35.
Prator, C. H., & Celce-Murcia, M. (1979). An Outline of Language Teaching Approaches dalam M. Celce-Murcia & L. McIntosh (Ed.), Teaching English as a Second or Foreign Language. New York: Newbury House.
Richards, J. C., & Rodgers, T. S. (1986). Approaches and Methods in Language Teaching: A Description and Analysis. Cambridge: Cambridge University Press.
Sagala, S. (2013). Konsep dan makna pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Yanis, I., & Khadijah, K. (n.d.). Penerapan Metode Takrir dalam Menguatkan Hafalan. At-Tarbiyah.
Zuhdi, M. (2021). Guru dan Kurikulum Merdeka: Harapan dan Realita. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 11(3); 100–115.