KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN KINESTHETIC INTELLIGENCES ANAK USIA DINI DI TK KETILANG, CIPUTAT, TANGERANG SELATAN
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengoptimalkan kecerdasan kinestetik anak usia dini yang berada pada masa keemasan perkembangan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis bentuk keterlibatan orang tua dalam mendukung pengembangan kecerdasan kinestetik anak di TK Ketilang, Ciputat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 6 orang tua dan 3 guru, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua tercermin dalam empat aspek utama, yaitu komunikasi dengan guru, pembelajaran di rumah, partisipasi dalam pengambilan keputusan, serta kolaborasi dalam kegiatan sekolah. Temuan penting mengindikasikan bahwa meskipun pemahaman orang tua tentang kecerdasan kinestetik masih terbatas, mereka menunjukkan komitmen dalam memberikan dukungan melalui aktivitas fisik, permainan motorik, serta kegiatan ekstrakurikuler. Kesimpulannya, orang tua terlibat terhadap perkembangan kinestetik anak, dan implikasinya sekolah perlu memperkuat kemitraan dengan orang tua agar stimulasi perkembangan anak berlangsung konsisten di rumah maupun di sekolah.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Cet. 7). CV Jejak.
Barus, Y. R. (2022). Implementasi kegiatan olah tubuh dalam meningkatkan kecerdasan kinestetik pada anak usia 4–5 tahun di PAUD Ceria SKB Kota Pangkalpinang. LENTERNAL: Learning and Teaching Journal, 3, 45.
Epstein, J. L. (2001). School, family, and community partnerships: Preparing educators and improving schools. Westview Press.
Gardner, H. (1983). Frames of mind: The theory of multiple intelligences. Basic Books.
Hardiyanti, D. (2021). Keluarga: Pendekatan teoritis terhadap keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak usia dini. Sentra Cendekia, 2.
Hesketh, K. R., et al. (2012). The impact of parental priorities on children's physical activity levels. Early Childhood Research Quarterly, 27, 231.
Kustiawan, A. A., & Enggarwati, S. A. (2021). Pengaruh pembelajaran berbasis permainan online terhadap kecerdasan fisik motorik anak usia dini. Journal of Early Childhood and Character Education, 1, 94–95.
Maulina, I., & Budiyono, A. (2021). Peran keluarga dalam pengelolaan emosi anak usia golden age di Desa Gambarsari. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda, Bermakna, Mulia, 7, 21.
Mustika, & Andriani. (2021). Stimulasi aktivitas fisik anak usia dini di lingkungan rumah. Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak, 4(1), 55–60.
Ningsih, E. P. (2024). Motivasi anak dalam bermain di luar ruangan ditinjau dari persepsi orang tua. Jurnal AUD UNY, 5(1), 77–85.
Oktanira, I. (2023). Kecerdasan kinestetik pada anak usia dini rentang usia 5–6 tahun. Al-Hanif: Jurnal Pendidikan Anak dan Parenting, 3, 20.
Oktavianingsih, E. (2018). Pengembangan program pelibatan orangtua dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Journal of Early Childhood Care & Education, 1.
Pugliese, J., et al. (2012). Parental influence on children's physical activity behavior. American Journal of Preventive Medicine, 42, 468.
Rahmawati. (2020). Kolaborasi sekolah dan orang tua dalam meningkatkan kegiatan motorik anak. Jurnal Pendidikan Anak, 6(1), 30–38.
Ramadhani, A., Wardani, S. F., & Samsiar. (2024). Pemanfaatan gadget sebagai teknologi digital sebagai strategi dalam meningkatkan potensi berbahasa anak usia dini. Journal on Teacher Education, 5, 39.