IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN VISIONER BERBASIS KEARIFAN LOKAL SARABA KAWA DALAM PENATAAN MUTU PENDIDIKAN DI SMPN 3 TANTA

Isi Artikel Utama

Ikhwanjuli Kifwanto
Husnul Madihah
Agustina Rahmi

Abstrak

Penelitian ini menganalisis implementasi kepemimpinan visioner berbasis kearifan lokal Saraba Kawa dalam penataan mutu pendidikan di SMPN 3 Tanta, Kabupaten Tabalong, yang beroperasi dalam keterbatasan sarana, tenaga pendidik, dan dukungan pembelajaran. Meskipun menghadapi berbagai kendala struktural, sekolah ini menunjukkan capaian mutu yang relatif baik. Kondisi tersebut mengindikasikan praktik kepemimpinan yang tidak sekadar administratif, melainkan visioner dan kontekstual. Saraba Kawa merupakan motto khas masyarakat Tabalong yang mencerminkan semangat, perjuangan, dan tekad kuat dalam menjalankan tugas dan kewajiban terhadap bangsa, negara, dan agama. Nilai ini diinternalisasikan sebagai fondasi etis dalam kepemimpinan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner berbasis Saraba Kawa diwujudkan melalui perumusan visi secara partisipatif, penguatan budaya kebersamaan dan musyawarah, peneguhan tanggung jawab, serta keteladanan kepala sekolah. Nilai Saraba Kawa berperan sebagai landasan moral dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program strategis. Sesuai dengan definisi Saraba Kawa yaitu merupakan karakter khas masyarakat Kabupaten Tabalong yang mencerminkan semangat, perjuangan, dan tekad yang kuat dalam melaksanakan tugas dan kewajiban terhadap bangsa, negara, dan agama.Implementasi ini berdampak pada meningkatnya kolaborasi warga sekolah, efektivitas program, serta capaian akademik dan nonakademik. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi kepemimpinan visioner dan kearifan lokal merupakan strategi kontekstual yang efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan pada sekolah dengan sumber daya terbatas.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Kifwanto, Ikhwanjuli, Husnul Madihah, dan Agustina Rahmi. “IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN VISIONER BERBASIS KEARIFAN LOKAL SARABA KAWA DALAM PENATAAN MUTU PENDIDIKAN DI SMPN 3 TANTA”. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) 6, no. 1 (Februari 28, 2026): 1600–1610. Diakses Maret 7, 2026. https://jurnal.spada.ipts.ac.id/index.php/JIPDAS/article/view/4598.
Bagian
Artikel

Referensi

Abdullah, E. (2023). Kepemimpinan dalam pendidikan. Penakita Journal. https://penakita.or.id/index.php/Journal/article/download/4/13

Alwasilah, A. C. (2009). Etnopedagogi: Landasan praktik pendidikan dan pendidikan guru. Bandung: Kiblat Buku Utama.

Annisa, R., & Muttaqin, Z. (2024). Kepemimpinan visioner dalam menghadapi pendidikan abad 21 di MTs. Jurnal Administrasi Madrasah, 7(1), 130–145.

Ardan Sirodjuddin. (2025, Oktober). Kepemimpinan Visioner Menjaga Masa Depan Membawa Perubahan. https://ardansirodjuddin.com/blog/kepemimpinan-visioner-menjaga-masa-depan-membawa-perubahan/

BAN-PT. (2020). Standar dan Prosedur Akreditasi Perguruan Tinggi. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Bennis, W. (1997). Managing People is Like Herding Cats. Executive Excellence Publishing.

Black, P., & Wiliam, D. (1998). Assessment and classroom learning. Assessment in Education: Principles, Policy & Practice, 5(1), 7-74. https://doi.org/10.1080/0969595980050102

Caldwell, B. J., & Spinks, J. M. (2008). Raising the stakes: From improvement to transformation in the reform of schools. Routledge.

Cerita Sejarah Di Tabalong - Habar Desa. (2025). Cerita Sejarah Di Tabalong. https://habardesa.com/cerita-sejarah-di-tabalong/

Coleman, J. S., Campbell, E. Q., Hobson, C. J., McPartland, J., Mood, A. M., Weinfeld, F. D., & York, R. L. (1966). Equality of educational opportunity. U.S. Department of Health, Education, and Welfare.

DASAR TEOLOGIS PENDIDIKAN ISLAM. (2025, August). https://www.researchgate.net/publication/372095912_DASAR_TEOLOGIS_PENDIDIKAN_ISLAM

DasardasarDanRu. (n.d.). dasar-dasar dan ruang lingkup pendididkan islam di. https://journal.iain-manado.ac.id/index.php/JII/article/download/616/518

Davies, P. (1999). What is evidence-based education? British Journal of Educational Studies, 47(2), 108-121.

Dikdasmen. (2018). Petunjuk Teknis Implementasi Standar Nasional Pendidikan. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

DuFour, R., & Eaker, R. (1998). Professional learning communities at work: Best practices for enhancing student achievement. Solution Tree.

Earthman, G. I. (2004). Prioritization of 31 criteria for school building adequacy. American School & University, 76(10), 16-22.

Epstein, J. L. (2011). School, family, and community partnerships: Preparing educators and improving schools. Westview Press.

Fitzpatrick, J. L., Sanders, J. R., & Worthen, B. R. (2011). Program evaluation: Alternative approaches and practical guidelines. Pearson.

Fullan, M. (2001). The new meaning of educational change. Teachers College Press.

Geertz, C. (1983). Local Knowledge: Further Essays in Interpretive Anthropology. Basic Books.

Glickman, C. D., Gordon, S. P., & Ross, J. A. (2017). The basic guide to supervision and instructional improvement (10th ed.). Pearson.

Graham, C. R. (2006). Blended learning systems: Definition, current trends, and future directions. In C. J. Bonk & C. R. Graham (Eds.), The handbook of blended learning: Global perspectives, local designs (pp. 3-21). Pfeiffer.

Gunawan, A. (2017). Implementasi pendidikan karakter tanggung jawab pada. Jurnal Pendidikan Islam. https://jim.unisma.ac.id/index.php/fai/article/download/25235/19010

Gutek, G. L. (2011). Historical and philosophical foundations of education: A biographical introduction. Pearson.

Hattie, J. (2009). Visible learning: A synthesis of over 800 meta-analyses relating to achievement. Routledge.

Hartini, S., Firdausi, S., Misbah, & Sulaeman, N. F. (2018). The development of physics teaching materials based on local wisdom to train Saraba Kawa characters. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 7(2), 130–137. https://doi.org/10.15294/jpii.v7i2.14249

Hofstede, G. (2001). Culture’s consequences: Comparing values, behaviors, institutions and organizations across nations. Sage Publications.

Implikasi landasan-landasan pendidikan the implication of. (n.d.). Retrieved from https://jurnal.alhamidiyah.ac.id/index.php/al-fikrah/article/download/20/23/95

Iskandar, R. (2009). Penggunaan bahan ajar berbasis kearifan lokal aceh barat pada materi teks deskripsi untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII-A MTSN 1

ISO. (2018). ISO 21001:2018 Educational organizations — Management systems for educational organizations — Requirements with guidance for use. International Organization for Standardization.

Jalaluddin. (2015). Psikologi pendidikan. PT RajaGrafindo Persada.

Juran, J. M. (1992). Juran on quality by design: The new steps for planning quality into goods and services. Free Press.

Kartini, A. (2017). Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Nasional, 15(2), 45-58.

Konsep Teologi Pendidikan Islam Perspektif Ismail Raji Al. (n.d.). https://journal.yp3a.org/index.php/diajar/article/download/2656/1108

Kouzes, J. M., & Posner, B. Z. (2017). The leadership challenge (6th ed.). John Wiley & Sons.

Kurniawan, D. (2012). Sejarah perkembangan pemikiran pendidikan di Indonesia. PT Remaja Rosdakarya.

Leithwood, K., & Jantzi, D. (2006). Transformational school leadership for large-scale reform: Effects on students, teachers, and their classroom practices. School Effectiveness and School Improvement, 17(2), 201-227.

Leithwood, K., & Riehl, C. (2004). What We Know About Successful School Leadership. NCSL.

Leithwood, K., Seashore Louis, K., Anderson, S., & Wahlstrom, K. (2004). How leadership influences student learning. University of Minnesota.

Mandinach, E. B., & Jackson, S. S. (2012). Transforming teaching and learning through data-driven decision making. Corwin Press.

McTighe, J., & Wiggins, G. (2004). Understanding by design professional development workbook. Association for Supervision and Curriculum Development.

Mengintegrasikan Kearifan Lokal Dalam Kurikulum. (2024). Retrieved from https://waqafilmunusantara.com/wp-content/uploads/2024/08/Mengintegrasikan-Kearifan-Lokal-Dalam-Kurikulum__Pendidikan_.pdf

MODEL PENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL. (n.d.). Retrieved from https://pdfs.semanticscholar.org/9aa0/53262695abb57581a4adaec8e7dc41e93e23.pdf

Moedjiono. (2012). Digital Repository Universitas Jember Digital Repository. Sauri, S. (2015). Peranan kearifan lokal dalam pendidikan karakter. SciSpace.

Muthohar, A. (2013). Manajemen Mutu Pendidikan. Yogyakarta: LKiS.

Naim, N. (2014). Filsafat pendidikan: Landasan filosofis untuk pengembangan pendidikan. PT Rineka Cipta.

Nanus, B. (1992). Visionary Leadership: Creating a Compelling Sense of Direction for Your Organization. Jossey-Bass.

Nasir, M., et al. (2025). Integrating Local Wisdom in Character Education. Journal of Educational Development Studies, 6(1), 22–36.

Nasir, S., Baharuddin, Hadiyanto, & Haryanto, M. M. (2025). Integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan karakter di sekolah. Jurnal Didaktika, 10(1), 1–10.

Nor, A. H. M., & Suriansyah, E. M. (2024). Kepemimpinan visioner kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru. Jurnal Administrasi & Manajemen Pendidikan, 4(1), 1–8.

Nurul Hidayah, Kepemimpinan Visioner Kepala Satuan pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2016), 80–83.

OECD. (2018). The future of education and skills: Education 2030. Organisation for Economic Co-operation and Development.

Pengertian Kearifan Lokal Menurut para Ahli dan Contohnya. (2025, February). Retrieved from https://tirto.id/pengertian-kearifan-lokal-menurut-para-ahli-dan-contohnya-gjsF

Pengertian, Manfaat, Dan Ruang Lingkup Teologi Islam. (n.d.). https://id.scribd.com/document/563504668/PENGERTIAN-MANFAAT-DAN-RUANG-LINGKUP-TEOLOGI-ISLAM

Penggunaan bahan ajar berbasis kearifan lokal. (2025, August). JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. https://jurnal.habi.ac.id/index.php/JPK/article/download/465/320

Peranan Pendidikan Berbasis Kearifan lokal dalam. (n.d.). Retrieved from https://jayapanguspress.penerbit.org/index.php/cetta/article/download/165/160

PP No. 19/2005. (2005). Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants. On the Horizon, 9(5), 1-6.

Prim Masrokan Muthohar, Manajemen Mutu Satuan pendidikan (Jogjakarta: AR-Ruzz Media, 2013),

Purwanto, R. (2021). Kepemimpinan visioner kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru. Jurnal Manajerial Pendidikan. https://jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/download/4181/3294/28198

Rahman, A. (2018). Politik pendidikan di Indonesia: Tantangan dan peluang. Journal of Education Policy, 8(3), 112-125.

Rahmi, A., et al. (2024). Kepemimpinan dan perilaku organisasi berbasis kearifan lokal masyarakat Banjar di era RI 5.0. Indramayu, Indonesia: Penerbit Adab.

Riyanto, Y. (2016). Paradigma baru pembelajaran: Sebagai referensi bagi pendidik dalam institusi pendidikan. Kencana.

Sahriansyah. (2015). Sejarah kesultanan dan budaya Banjar. Banjarmasin: Antasari Press.

Sallis, E. (2002). Total Quality Management in Education. London: Kogan Page.

Sanders, M. G. (2016). Leadership, partnerships, and organizational development: Expanding the leadership for community schools. In M. G. Sanders & C. L. Harvey (Eds.), Key issues for community schools (pp. 31-50). Routledge.

Sari, R., & Wibowo, A. (2017). Filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara: Relevansinya dengan pendidikan modern. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 12(4), 78-92.

Sauri, S. (2015). Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal. Bandung: UPI Press.

Schein, E. H. (1992). Organizational culture and leadership. Jossey-Bass.

Schneider, M. (2002). Do school facilities affect academic outcomes?. National Clearinghouse for Educational Facilities.

Senge, P. M. (1990). The fifth discipline: The art and practice of the learning organization. Doubleday.

Sistem Pendidikan Menurut Konsep Islam. (n.d.). https://core.ac.uk/download/pdf/230526146.pdf

Slavin, R. E. (2002). Evidence-based education policies: Transforming educational practice and research. Educational Researcher, 31(7), 15-21.

Spillane, J. P. (2006). Distributed leadership. Jossey-Bass.

Sugiyono. (2010). Penggunaan bahan ajar berbasis kearifan lokal. Pedagogi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. https://siakad.univamedan.ac.id/ojs/index.php/pedagogi/article/download/466/344/1431

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Taufik Nor & Ahmad Suryansyah. (2024). Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah Terhadap Mutu Pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Informasi. https://jpti.journals.id/index.php/jpti/article/download/26/17

TEOLOGI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL. (n.d.). https://media.neliti.com/media/publications/162424-ID-teologi-pendidikan-multikultural-melacak.pdf

Thomas, J. W. (2000). A review of research on project-based learning. The Autodesk Foundation.

Tomlinson, C. A. (2014). The differentiated classroom: Responding to the needs of all learners (2nd ed.). Association for Supervision and Curriculum Development.

Undang-undang (UU) No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. https://peraturan.bpk.go.id/details/43920/uu-no-20-tahun-2003

VanLehn, K. (2011). The relative effectiveness of human tutoring, intelligent tutoring systems, and other tutoring systems. Educa

View of Kearifan Lokal dan Penerapannya di Sekolah. (n.d.). Retrieved from https://jurnal.syntaxtransformation.co.id/index.php/jst/article/view/655/930

Wahab, A. A. (2011). Kepemimpinan pendidikan dan pengembangan sekolah. Bandung: Alfabeta.

Wibowo, A. (2014). Pengaruh Metode Pembelajaran Simulasi Berbasis Budaya Lokal Terhadap Hasil Belajar IPS. Scribd. https://id.scribd.com/document/532012427/pengaruh-metode-pembelajaran-simulasi-berbasis-budaya-lokal-terhadap-hasil-belajar-ips

Yuza, M., Fauzi, A., & Pratama, D. G. (2024). Nilai kearifan lokal “Saraba Kawa”: Implementasi dalam manajemen pendidikan kepemimpinan sekolah. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 8(2), 201–210.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2