MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL BADAMAI DI SMAN 3 TANJUNG
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pendidikan karakter berbasis nilai kearifan lokal Badamai di SMA Negeri 3 Tanjung. Nilai Badamai merupakan kearifan lokal masyarakat Banjar yang menekankan prinsip musyawarah, toleransi, gotong royong, dan harmoni sosial, yang relevan dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta studi dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa. Proses analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Untuk menjamin validitas temuan, dilakukan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Penelitian mengenai pendidikan karakter telah banyak dilakukan, sebagian besar masih berorientasi pada pendekatan normatif dan nilai universal tanpa mengintegrasikan kearifan lokal sebagai basis pengelolaan pendidikan secara sistematis. Kajian tentang kearifan lokal Badamai umumnya terbatas pada aspek sosial-budaya masyarakat Banjar dan belum banyak dieksplorasi dalam lingkup manajemen pendidikan karakter di sekolah menengah atas, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi. Selain itu, belum ditemukan model empiris yang secara komprehensif menggambarkan bagaimana nilai Badamai dapat diintegrasikan ke dalam fungsi manajemen pendidikan untuk membentuk karakter peserta didik secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang mengkaji manajemen pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Badamai sebagai strategi kontekstual dalam merespons dampak globalisasi di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Badamai di SMA Negeri 3 Tanjung telah dilaksanakan secara sistematis melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Nilai-nilai Badamai terintegrasi ke dalam visi dan misi sekolah, kurikulum, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, budaya sekolah, serta kegiatan pembiasaan dan ekstrakurikuler. Faktor penghambat meliputi perbedaan latar belakang keluarga, pengaruh lingkungan luar sekolah, keterbatasan waktu pembinaan, dan variasi karakter siswa. Implementasi pendidikan karakter dilakukan melalui internalisasi moral knowing, moral feeling, dan moral action dengan dukungan seluruh warga sekolah dan masyarakat. Evaluasi dan tindak lanjut dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pengamatan perilaku siswa dan refleksi bersama guru, komunikasi orang tua, dan penguatan kegiatan pembinaan karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Badamai efektif dalam membentuk karakter peserta didik dan berpotensi dikembangkan sebagai inovasi pendidikan karakter berbasis budaya lokal.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Arifin, B. S., & Rusdiana, H. A. (2019.). Manajemen pendidikan karakter. CV Pustaka Setia.
Hidayat, T., & Sauri, S. (2020). Pendidikan karakter berbasis nilai religius dan kearifan lokal. JurnalPendidikan Karakter, 10(2), 215–226. https://doi.org/10.21831/jpk.v10i2.31245
Julhadi, J., Susilawa, D., Rosa, S., Adriani, P., Ganiem, L. M., Fazilla, S., Aminy, M. H., Nurainiah, N., Syafruddin, S., Setyowidodo, A., Ririen, D., Diwa, F., Julyan, E., & Ratnaningtyas, E. M. (2022). Metodologi penelitian pendidikan.
Lickona, T. (2015). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam.
Madihah, H., & Cahyanto, I. (2024). Manajemen mutu pendidikan: Strategi praktis menuju pendidikan berkualitas dan berkelanjutan (Cetakan ke-1). K-Media.
Rahmi, A., Sogi, D., & Redjeki, S. (2024). Strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan prestasi akademik siswa melalui nilai kearifan lokal Waja Sampai Kaputing. Jurnal …, 15(1), 194–203.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Supriyanto. (2021). Konsep trihayu dalam perspektif pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Jurnal Filsafat Pendidikan Indonesia, 5(2), 89–102.
Suyadi, & Widodo, H. (2019). Pendidikan karakter berbasis nilai religius di sekolah. Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 1–15. https://doi.org/10.14421/jpi.2019.81.01
Wahyuddin. (2020). Teori konstruktivisme sosial Vygotsky dalam pembelajaran abad 21. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 12(2), 115–128