PENGEMBANGAN STRATEGI METACOGNITIVE LEARNING DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENGOPTIMALKAN KOMPETENSI SELF REGULATED LEARNING SISWA ABAD 21 DI UPTD. SD NEGERI 33 BANGAI KECAMATAN TORGAMBA KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis metacognitive learning dalam pembelajaran PAI untuk mengoptimalkan kompetensi Self-Regulated Learning siswa abad 21 di UPTD SD Negeri 33 Bangai. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Tahap analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta tuntutan kompetensi abad 21 yang memerlukan penguatan kemampuan berpikir reflektif dan pengaturan diri belajar. Tahap desain menghasilkan rancangan modul yang memuat langkah-langkah planning, monitoring, dan evaluating sesuai prinsip metakognitif. Selanjutnya, tahap pengembangan dilakukan melalui penyusunan produk awal modul, validasi ahli, dan revisi produk. Hasil validasi ahli materi memberikan penilaian 92%, termasuk kedalam kategori sangat valid dan layak untuk digunakan. Ahli bahasa menilai modul memenuhi kaidah bahasa Indonesia yang baik, mudah dipahami, serta sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar dengan persentase 86%, termasuk kedalam kategori sangat valid dan layak untuk digunakan. Sedangkan ahli media menilai modul memiliki kualitas tampilan yang menarik, proporsional, dan komunikatif dengan presentase 90%, termasuk kedalam kategori sangat valid dan layak untuk digunakan. Implementasi dilakukan melalui uji coba modul di UPTD SD Negeri 33 Bangai untuk melihat kepraktisan serta efektivitas produk dalam meningkatkan Self-Regulated Learning siswa. Validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan berada pada kategori sangat valid dan layak digunakan dalam pembelajaran PAI. Hasil implementasi menunjukkan bahwa guru memberikan skor 38 dari 40 dengan rata-rata 4,00, termasuk kategori sangat praktis. Adapun hasil angket siswa menunjukkan peningkatan kemampuan Self-Regulated Learning dengan skor pretest 735 (rata-rata 28) dan posttest 997 (rata-rata 38). Hal ini membuktikan bahwa modul Strategi Metacognitive Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan peserta didik mengatur proses belajarnya.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Abdurrahman, A. “Strategi Pembelajaran Metakognitif Dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa PAI.” Jurnal Pendidikan Islam 12, no. 1 (2021): 45–56.
Flavell, John H. “Metacognition and Cognitive Monitoring: A New Area of Cognitive–Developmental Inquiry.” American Psychologist 34, no. 10 (1979): 906–911.
Gunawan, A. “Pembelajaran PAI Berbasis Metakognitif Untuk Mengembangkan Kemandirian Belajar Siswa.” Al-Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam 14, no. 2 (2022): 110–125.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Asesmen Nasional: Survei Karakter. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), 2021.
Pribadi, Benny A. Desain dan Pengembangan Program Pelatihan Berbasis Kompetensi Implementasi Model ADDIE. Jakarta: Prenada Media Group, 2016.
Saeed, M., dan S. Khan. “Enhancing Self-Regulated Learning through Metacognitive Strategies in Religious Education.” Journal of Educational Research and Practice 12, no. 2 (2022): 45–59.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2015.
Zimmerman, Barry J. “Becoming a Self-Regulated Learner: An Overview.” Theory into Practice 41, no. 2 (2002): 64–70.
Zulkifli, A. “Optimalisasi Self-Regulated Learning Siswa Melalui Strategi Metakognitif Berbasis PAI.” Jurnal Pendidikan Islam 15, no. 2 (2023): 177–191.