ILAL AL HADIST, URGENSI, METODOLOGI, DAN IMPLIKASINYA DALAM STUDI KEISLAMAN KONTEMPORER
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi kajian ‘Ilal al-Ḥadīth dalam konteks keislaman kontemporer melalui perspektif maqāṣid al-sharī‘ah dan pembaruan studi hadis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder yang membahas metodologi hadis, ‘ilal al-ḥadīth, maqāṣid al-sharī‘ah, pembaruan usul fiqh, serta pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis dan analisis deskriptif-kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metodologi ‘Ilal al-Ḥadīth tetap memiliki relevansi yang kuat dalam menguji autentisitas hadis melalui integrasi kritik sanad, kritik matan, dan analisis konteks historis. Penelitian juga menemukan bahwa pendekatan maqāṣid al-sharī‘ah mampu memperluas fungsi kajian hadis dari sekadar verifikasi tekstual menuju instrumen penalaran hukum yang lebih kontekstual, humanis, dan berorientasi pada kemaslahatan. Selain itu, pengembangan kurikulum hadis kontemporer memerlukan integrasi antara tradisi keilmuan klasik dengan pendekatan interdisipliner yang mencakup etika, lingkungan, teknologi, dan kebijakan publik. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan kurikulum hadis berbasis maqāṣid, penerapan evaluasi kompetensi berbasis isnād-informed, serta pengembangan kebijakan pendidikan Islam yang responsif terhadap tantangan masyarakat modern. Dengan demikian, ‘Ilal al-Ḥadīth tidak hanya berfungsi sebagai instrumen kritik hadis, tetapi juga sebagai landasan epistemologis bagi pengembangan studi Islam yang relevan dengan kebutuhan kontemporer.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Anam, W., Sulaeman, M., Mustakim, A. A., Afriadi, P., & Hakim, L. (2024). Quo Vadis Hadith Studies in Islamic Boarding Schools in Al-Jabiri’s Perspective. Nazhruna Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 290–314. https://doi.org/10.31538/nzh.v7i2.4328
Auda, J. (2021). Maqasid Methodology for Re-Envisioning Islamic Higher Education. Journal of Contemporary Maqasid Studies, 1(1), 31–58. https://doi.org/10.52100/jcms.v1i1.58
Bakar, A. A., & Sahman, S. (2024). The Renewing of Usul Al-Fiqh: Challenges, Limitations and Future Directions. Ijoel, 1(2), 105–122. https://doi.org/10.23917/ijoel.v1i2.5334
Çoruh, H. (2022). Diyanet Qur’ān Commentary Kur’an Yolu (Path of the Qur’ān). Australian Journal of Islamic Studies, 7(1), 54–71. https://doi.org/10.55831/ajis.v7i1.463
Faris, S. (2024). Sunnah as a Bridge Between Theological and Practical Dimensions. Dirasah International Journal of Islamic Studies, 2(2), 120–135. https://doi.org/10.59373/drs.v2i2.31
Gaffar, A., & Akbar, A. (2024). Hadith Studies in Eastern Indonesia: Futurology Analysis on Hadith Sciences Department in Islamic Higher Education. Al-Izzah Jurnal Hasil-Hasil Penelitian, 50. https://doi.org/10.31332/ai.v0i0.8714
Hariono, D. (2018). Pemahaman Ḥadith (Definisi, Aliran, Dan Afilisasi). Universum, 11(1). https://doi.org/10.30762/universum.v11i1.591
Hermansen, M. K. (1993). Trends in Islamic Studies in the United States and Canada Since the 1970s. American Journal of Islam and Society, 10(1), 96–118. https://doi.org/10.35632/ajis.v10i1.2527
Ibrahim, M., Islam, S., Zohriah, O., & Azid, M. (2024). Addressing Contemporary Ethical and Moral Issues Through Islamic Education. Jois, 1(1), 36–51. https://doi.org/10.35335/kbbzar83
Jamrozi, A. S. S., Fikriawan, S., Anwar, S., & Ardiansyah, M. (2022). Maqashid Al-Sharia in the Study of Hadith and Its Implication for the Renewal of Islamic Law. Justicia Islamica, 19(1), 74–93. https://doi.org/10.21154/justicia.v19i1.3269
Kompri, K. (2026). Reconstructing Teacher Professionalism in Indonesia: The Prophetic Isnad Model as a Framework for Spiritual and Pedagogical Excellence. https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-9852013/v1
Moslimany, R., Otaibi, A., & Shaikh, F. (2024). Designing a Holistic Curriculum: Challenges and Opportunities in Islamic Education. Jois, 1(1), 52–73. https://doi.org/10.35335/beztg009
Pahrudin, A. (2022). Tipologi Studi Hadis Kontemporer Di Indonesia (Studi Terhadap Artikel Jurnal Terindeks Moraref Tahun 2017-2021). Al Quds Jurnal Studi Alquran Dan Hadis, 6(2), 593. https://doi.org/10.29240/alquds.v6i2.4087
Perrone, M., Orr, R. M., Hing, W., Milne, N., & Pope, R. (2018). The Impact of Backpack Loads on School Children: A Critical Narrative Review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 15(11), 2529. https://doi.org/10.3390/ijerph15112529
Safitri, D., Marna, S. M., & Amin, A. S. (2023). Metodologi Pembacaan Kritis Atas Kajian Orientalis Terhadap Hadis. Madinah Jurnal Studi Islam, 10(1), 11–29. https://doi.org/10.58518/madinah.v10i1.1495
Shahida, S. (2023). Green Academia: Integrating Islamic Teachings in Education for a Sustainable Future. Journal of Islamic Thought and Civilization, 13(2), 86–103. https://doi.org/10.32350/jitc.132.06
Taufiq, M. (2020). Epistemologi Tafsir Muhammadiyah Dalam Tafsir at-Tanwir. Jurnal Ulunnuha, 8(2), 164–186. https://doi.org/10.15548/ju.v8i2.1249
Ulfah, M., & Zakiy, A. (2024). Dimensi Spiritual Dalam Proses Penciptaan Dan Perkembangan Manusia. Putih Jurnal Pengetahuan Tentang Ilmu Dan Hikmah, 9(2), 1–20. https://doi.org/10.51498/vv2cbs08