EVALUASI PROGRAM BAHASA ARAB BERBASIS HOTS DAN PENEGAKAN ETIKA AKADEMIK DI PERGURUAN TINGGI

Isi Artikel Utama

Muhammad Maulana Arif
Sri Mulya Nengsi
Erni Nurjaya
Ahsan Takwim
Herdah Maesar

Abstrak

Penelitian ini mengkaji dua permasalahan fundamental dalam evaluasi pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi: (1) kesenjangan antara kurikulum Outcomes-Based Education (OBE) dengan instrumen evaluasi berbasis Lower Order Thinking Skills (LOTS), dan (2) krisis integritas akademik yang bermanifestasi dalam plagiarisme digital serta rekayasa nilai. Menggunakan pendekatan analitis-solutif dengan kajian pustaka mendalam, penelitian ini menganalisis misalignment OBE-LOTS melalui kerangka validity gap Biggs dan Tang (2011), efek backwash negatif berdasarkan teori Hughes (2003), serta mengurai krisis integritas akademik dengan menggunakan Fraud Triangle Cressey (1953) yang diintegrasikan dengan perspektif pendidikan Islam. Sebagai luaran utama, penelitian ini menghasilkan tiga prototipe instrumen evaluasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang mencakup level kognitif C4-C6: instrumen Qira'ah Akademik, instrumen Kitabah Argumentatif, dan instrumen Analisis Teks Media Arab. Selain itu, disajikan pula matriks kisi-kisi evaluasi, rubrik penilaian holistik empat aspek, Draft Kode Etik Evaluator berbasis lima nilai inti (Amanah, Shidq, 'Adl, Transparansi, Akuntabilitas), instrumen deteksi plagiarisme, dan strategi redesain asesmen berbasis proyek. Temuan menunjukkan bahwa transformasi evaluasi dari paradigma LOTS menuju HOTS merupakan keniscayaan epistemologis sekaligus etis dalam konteks pendidikan bahasa Arab pascasarjana yang berorientasi pada kompetensi abad ke-21.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Arif, Muhammad Maulana, Sri Mulya Nengsi, Erni Nurjaya, Ahsan Takwim, dan Herdah Maesar. “EVALUASI PROGRAM BAHASA ARAB BERBASIS HOTS DAN PENEGAKAN ETIKA AKADEMIK DI PERGURUAN TINGGI”. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) 6, no. 3 (Agustus 22, 2026): 5592–5597. Diakses Agustus 31, 2026. https://jurnal.spada.ipts.ac.id/index.php/JIPDAS/article/view/5044.
Bagian
Artikel

Referensi

Al-Ghazali, A. H. M. (2005). Ihya' Ulum al-Din (Jilid 1). Dar al-Minhaj.

Al-Khuli, M. A. (2010). Asalib Tadris al-Lughah al-Arabiyyah (Edisi ke-3). Dar al-Falah.

Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (Eds.). (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom's educational objectives. Addison Wesley Longman.

Biggs, J., & Tang, C. (2011). Teaching for quality learning at university (4th ed.). Open University Press/McGraw-Hill.

Cheng, L. (2004). The washback effect of a public examination change on teachers' perceptions toward their classroom teaching. In L. Cheng, Y. Watanabe, & A. Curtis (Eds.), Washback in language testing (pp. 147-170). Lawrence Erlbaum.

Cressey, D. R. (1953). Other people's money: A study in the social psychology of embezzlement. Free Press.

Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The 'what' and 'why' of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227-268. https://doi.org/10.1023/A:1026404810133

Ferguson, C. A. (1959). Diglossia. Word, 15(2), 325-340. https://doi.org/10.1080/00437956.1959.11659702

Hughes, A. (2003). Testing for language teachers (2nd ed.). Cambridge University Press.

Jacobs, H. L., Zinkgraf, S. A., Wormuth, D. R., Hartfiel, V. F., & Hughey, J. B. (1981). Testing ESL composition: A practical approach. Newbury House.

Kemendikbud. (2020). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Krashen, S. D. (1982). Principles and practice in second language acquisition. Pergamon Press.

Partnership for 21st Century Learning. (2019). Framework for 21st century learning. Battelle for Kids.

Stiggins, R. J. (2001). Student-involved classroom assessment (3rd ed.). Merrill Prentice Hall.

Watanabe, Y. (2004). Teacher factors mediating washback. In L. Cheng, Y. Watanabe, & A. Curtis (Eds.), Washback in language testing (pp. 129-146). Lawrence Erlbaum.