KESIAPAN GURU SEKOLAH DASAR DI WILAYAH PEDESAAN MENYONGSONG DEEP LEARNING: ANALISIS TIGA DIMENSI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SD NEGERI LEGU

Isi Artikel Utama

Desi Andriani
Husnul Mukti
Abdul Aziz

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis kesiapan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning di SD Negeri Legu, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, ditinjau dari tiga dimensi, yaitu kognitif, psikologis, dan finansial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data primer berupa kepala sekolah dan wali kelas I-V, serta sumber data sekunder berupa dokumen. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan kesiapan kognitif guru berada pada level baik, ditandai dengan pemahaman konsep Deep Learning yang diperoleh melalui in-house training bertahap, sosialisasi dinas pendidikan, dan diskusi antarrekan sejawat, serta kemampuan menyusun dan menerapkan modul ajar sesuai karakteristik jenjang kelas. Kesiapan psikologis guru juga berada pada level baik, ditopang oleh dukungan forum Kelompok Kerja Guru (KKG) dan motivasi kepala sekolah. Kesiapan finansial instruksional sekolah tergolong cukup baik, terbantu oleh optimalisasi Dana BOS serta bantuan wifi, proyektor, dan Smart TV dari pemerintah, meskipun keterbatasan jumlah perangkat masih menjadi kendala yang diatasi melalui sistem penjadwalan bergilir dan kontribusi sumber daya pribadi guru. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pembinaan berkelanjutan dan dukungan anggaran digital yang lebih merata bagi sekolah dasar di wilayah pedesaan.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Andriani, Desi, Husnul Mukti, dan Abdul Aziz. “KESIAPAN GURU SEKOLAH DASAR DI WILAYAH PEDESAAN MENYONGSONG DEEP LEARNING: ANALISIS TIGA DIMENSI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SD NEGERI LEGU”. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) 6, no. 4 (September 20, 2026): 6645–6655. Diakses September 25, 2026. https://jurnal.spada.ipts.ac.id/index.php/JIPDAS/article/view/6113.
Bagian
Artikel

Referensi

Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom's Taxonomy of Educational Objectives. Longman.

Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. W.H. Freeman.

Dewi, R. K., et al. (2024). Sikap Guru Sekolah Dasar Terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka di Daerah Terpencil.

Febrianningsih, R., & Ramadan, Z. H. (2023). Kesiapan Guru Dalam Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar Di Sekolah Dasar. 7(3), 3335–3344.

Hidayat, M. A., Agustin, D. T., Hana, N., Ramadhani, R., & Ayu, D. (2025). Keunggulan Implementasi Kurikulum Merdeka Dengan Pendekatan Deep Learning Di SDN 1 Sungai Besar. 10, 251–264.

Kemdikbudristek. (2024). Naskah Akademik Kurikulum Merdeka Dengan Pendekatan Deep Learning. Kemdikbudristek.

Lismayanti, L., Dewi, R. S., & Nugraha, F. (2025). Profil Kesiapan Guru Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. 9, 181–190.

Mulyasa, H. E. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka. Bumi Aksara.

Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025.

Rahayu, R., et al. (2025). Kesiapan Guru Dalam Implementasi Deep Learning di UPT SMP Negeri 2 Pringsewu, Lampung.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.

Wathon, A. (2024). Tantangan Infrastruktur Digital Dalam Implementasi Deep Learning di Sekolah.