PENGGUNAAN METODE DIRECT INSTRUCTION DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN SENI PANTOMIM PADA ANAK TUNARUNGU DI SKHN 01 KOTA SERANG
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode Direct Instruction dalam meningkatkan keterampilan seni pantomim pada anak tunarungu di SKH Negeri 01 Kota Serang. Latar belakang penelitian didasari oleh rendahnya partisipasi siswa kelas kecil (SD) dalam pembelajaran pantomim, yang selama ini didominasi oleh siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen one group pretest-posttest dengan dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah empat siswa tunarungu kelas 2 SD. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan pantomim dari pretest ke pretestI, baik dari segi ketepatan gerakan, ekspresi wajah, maupun kepercayaan diri siswa. Metode Direct Instruction efektif digunakan karena memberikan contoh konkret dan tahapan terstruktur yang memudahkan siswa tunarungu memahami materi. Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Toni Yudha Pratama (2021:45) bahwa pembelajaran yang bersifat langsung dan terstruktur membantu siswa berkebutuhan khusus memahami materi dengan lebih cepat. Temuan ini juga diperkuat oleh Sayidatul Maslahah (2020:62) yang menekankan pentingnya model pembelajaran yang memfasilitasi interaksi visual dan praktik langsung bagi anak tunarungu.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Arends, R. I., & Kilcher, A. (2010). Teaching for Student Learning: Becoming an Accomplished Teacher. New York: Routledge. (dikutip dalam Yulianti, 2016)
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Dayang Sagita Ligusti, & Damri. (2021). Penerapan Metode Direct Instruction dalam Pembelajaran Seni Kriya untuk Siswa Tunarungu. Jurnal Pendidikan Khusus.
Febrianto, D. (2015). Seni Pantomim sebagai Media Ekspresi. Jakarta.
Maslahah, S. (2020). Model Pembelajaran Visual untuk Anak Tunarungu. Serang.
Maslahah, S. (2021). Pengembangan Keterampilan Seni Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini. Jurnal Pendidikan Khusus, 112–120.
Miga Nur Safitria Suryadi, dkk. (2018). Pembelajaran Terstruktur untuk Meningkatkan Hasil Belajar Seni Musik pada Siswa Tunarungu. Jurnal Pendidikan Seni.
Nofiaturrahmah. (2018). Hambatan Komunikasi Anak Tunarungu dan Strategi Pembelajarannya. Jurnal Pendidikan Luar Biasa, 3–4.
Pitaloka, P., & Fakhiratunnisa, A. (2022). Pengantar Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Bandung.
Pratama, T. Y. (2020). Strategi Pembelajaran untuk Anak Tunarungu: Pendekatan Konkret dan Visual. Serang.
Pratama, T. Y. (2021). Strategi Pembelajaran Terstruktur untuk Siswa Berkebutuhan Khusus. Serang.
Sugiyono. (2009). Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryani. (2009). Klasifikasi Tingkat Gangguan Pendengaran. Jakarta: Depdiknas.
Yulianti. (2016). Model-Model Pembelajaran Inovatif. Bandung: Alfabeta.