STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH MELALUI PERAN HUMAS DALAM MENDORONG KETERSERAPAN LULUSAN PADA DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI BERLANDASKAN NILAI SARABAKAWA DI SMKN 1 PUGAAN
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pendidikan menengah kejuruan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja. Namun demikian, tingkat keterserapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia masih menghadapi tantangan serius, terutama di wilayah nonperkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam strategi kepemimpinan kepala sekolah melalui optimalisasi peran hubungan masyarakat (humas) dalam mendorong keterserapan lulusan pada dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang berlandaskan nilai kearifan lokal Saraba Kawa di SMK Negeri 1 Pugaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap program kemitraan, tracer study lulusan, serta arsip kerja sama industri. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang menerapkan fungsi manajerial secara sistematis, meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan evaluasi, mampu mengoptimalkan peran humas sebagai jembatan strategis antara sekolah dan DUDI. Integrasi nilai Saraba Kawa memperkuat etos kerja, ketangguhan, dan semangat kolaboratif warga sekolah serta meningkatkan kepercayaan mitra industri terhadap kompetensi lulusan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model kepemimpinan sekolah vokasi berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan keterserapan lulusan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Pendidikan menengah kejuruan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja. Namun demikian, tingkat keterserapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia masih menghadapi tantangan serius, terutama di wilayah nonperkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam strategi kepemimpinan kepala sekolah melalui optimalisasi peran hubungan masyarakat (humas) dalam mendorong keterserapan lulusan pada dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang berlandaskan nilai kearifan lokal Saraba Kawa di SMK Negeri 1 Pugaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap program kemitraan, tracer study lulusan, serta arsip kerja sama industri. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang menerapkan fungsi manajerial secara sistematis, meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan evaluasi, mampu mengoptimalkan peran humas sebagai jembatan strategis antara sekolah dan DUDI. Integrasi nilai Saraba Kawa memperkuat etos kerja, ketangguhan, dan semangat kolaboratif warga sekolah serta meningkatkan kepercayaan mitra industri terhadap kompetensi lulusan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model kepemimpinan sekolah vokasi berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan keterserapan lulusan.