INTEGRASI FILANTROPI ISLAM UNTUK PEMBIAYAAN PENDIDIKAN: PEMETAAN LITERATUR META-SINTESIS, TANTANGAN, DAN PROSPEK MASA DEPAN
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar Belakang: Institusi pendidikan Islam kontemporer, khususnya sektor swasta, kerap kali mengalami kerentanan fiskal akibat tingginya dependensi terhadap sumber pendanaan konvensional dan iuran rutin peserta didik. Di tengah keterbatasan anggaran tersebut, instrumen filantropi Islam (ZISWAF) hadir sebagai alternatif yang strategis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren ilmiah, mengevaluasi model integrasi, serta mengurai tantangan laten pengadopsian dana kebajikan sebagai pilar pembiayaan pendidikan berkelanjutan. Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi meta-sintesis, data dikoleksi melalui protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) pada pangkalan data Scopus, SINTA, dan Google Scholar dalam rentang waktu lima tahun terakhir (2021–2026). Analisis substansi dilakukan secara komprehensif melalui teknik Thematic Synthesis dan instrumen Critical Appraisal Skills Programme (CASP). Hasil: Hasil sintesis menunjukkan bahwa model integrasi yang ideal beroperasi melalui mekanisme kompensasi silang (cross-subsidization model), di mana zakat difungsikan sebagai jaring pengaman biaya personal, infaq/sedekah menopang defisit biaya operasional variabel, dan wakaf uang diproyeksikan sebagai jangkar dana abadi (endowment fund) institusi. Meski menjanjikan keberlanjutan fiskal yang mandiri, implementasi model ini secara mikro terhambat oleh benturan regulasi makro antarlemen kelembagaan, minimnya transparansi kepatuhan akuntansi syariah (PSAK 109/112) yang mereduksi public trust, serta keterbatasan kapasitas manajerial SDM keuangan madrasah. Kesimpulan/Implikasi: Penelitian ini merekomendasikan percepatan digitalisasi filantropi (fintech) dan unifikasi regulasi tripartit demi mewujudkan tata kelola keuangan yang akuntabel dan independen.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Anwar, M. S., & Shidiq, G. (2024). Wakaf produktif sebagai instrumen kemandirian finansial pondok pesantren modern. Jurnal Ekonomi Syariah Kontemporer, 5(1), 12-25.
Aziz, M. R. A., Alwi, N. M., & Mohd, S. (2021). The role of Islamic philanthropy in funding higher education: A comparative study. International Journal of Islamic Economics and Finance, 4(2), 189-204.
Budiman, A., & Santoso, B. (2025). Blockchain technology for Islamic philanthropy in education: A trust-building framework. Journal of Islamic Financial Studies, 11(1), 78-94.
Caldwell, K., Henshaw, L., & Taylor, G. (1999). Developing a framework for criticizing qualitative research articles. International Journal of Health Care Quality Assurance, 12(4), 1-12.
Danumihardja, R. (2004). Pemberdayaan ekonomi umat melalui sektor pendidikan non-pemerintah. Penerbit Alfabeta.
Fahrudin, A. (2023). Manajemen infak kemanusiaan dalam menopang biaya operasional madrasah swasta di daerah pedesaan. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 11(2), 145-156.
Fattah, N. (2000). Manajemen pembiayaan pendidikan Islam: Analisis politik anggaran makro. Penerbit Remaja Rosdakarya.
Fauzan, M. (2024). Harmonisasi regulasi pengelolaan dana zakat antara Kementerian Agama dan BAZNAS pada lembaga pendidikan swasta. Jurnal Hukum dan Kebijakan Publik, 9(2), 143-158.
Fauzi, A., & Rahman, T. (2025). Analisis efisiensi biaya pendidikan berbasis filantropi menggunakan pendekatan mixed-methods. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam (JMPI), 10(1), 34-48.
Fiandi, A., & Junaidi, J. (2022). Analisis efisiensi biaya (cost-efficiency analysis) dan hubungannya dengan peningkatan mutu lulusan di madrasah aliyah. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 112-127.
Fitri, R., & Rahmawati, E. (2026). Desain model endowment fund berbasis cash waqf untuk sustentabilitas madrasah aliyah di Indonesia. Jurnal Manajemen dan Keuangan Islam, 12(1), 15-32.
Hasan, M., & Wahyudi, I. (2026). Kebutuhan kompetensi manajerial bagi bendahara madrasah dalam menghadapi era pembiayaan kompetitif. Educational Management Review, 15(1), 44-59.
Hidayat, T., & Pratama, A. (2025). Aspek hukum pembiayaan pendidikan: Menghindari celah gratifikasi dalam penghimpunan dana komite dan filantropi. Jurnal Adminstrasi Pendidikan, 32(1), 102-117.
Huda, M., Siregar, M., & Saleh, A. (2022). Islamic philanthropy and educational sustainability post-COVID-19 pandemic: A strategic framework. Journal of Islamic Philanthropy & Social Finance, 4(1), 45-58.
Kasdi, A. (2022). Reorientasi wakaf produktif: Solusi strategis pembiayaan pendidikan Islam jangka panjang. Penerbit Idea Press.
Latchanna, G., & Hussein, A. (2007). Economic constraints and private costs of education in developing societies. Journal of Educational Administration, 45(3), 290-305.
Long, H. A., French, D. P., & Brooks, J. M. (2020). Optimising the value of the Critical Appraisal Skills Programme (CASP) tool for quality appraisal in qualitative evidence synthesis.
Maimunah, S. (2023). Analisis profesionalisme SDM pengelola keuangan yayasan pendidikan Islam di Sumatra Barat. Jurnal Manajemen Pendidikan, 11(3), 221-235.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Mulyadi, D. (2023). Desentralisasi fiskal dan dinamika anggaran pembiayaan mikro madrasah swasta di Sumatra. Jurnal Kebijakan Pendidikan Islam, 7(3), 201-215.
Nafiah, Z. (2024). Hambatan implementasi PSAK 109 pada pondok pesantren: Antara tradisi dan tuntutan akuntabilitas modern. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Syariah, 8(2), 167-182.
Noblit, G. W., & Hare, R. D. (1988). Meta-ethnography: Synthesizing qualitative studies (Vol. 11). Sage Publications.
Nurlaila, N. (2023). Penerapan PSAK 109 dan PSAK 112 pada lembaga pendidikan keagamaan Islam: Tantangan akuntansi transparan. Jurnal Akuntansi Syariah Indonesia, 14(2), 89-103.
Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., ... & Moher, D. (2021). The PRISMA 2020 statement: an updated guideline for reporting systematic reviews. International Journal of Surgery, 88, 105906.
Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods: Integrating theory and practice (4th ed.). Sage Publications.
Pratama, R., & Rahman, H. (2025). Digitalisasi filantropi Islam dan dampaknya terhadap peningkatan public trust lembaga pendidikan. Jurnal Tatakelola Keuangan Syariah, 6(1), 56-71.
Rabbani, A., Ali, M. M., & Khan, S. (2023). Fintech and Islamic social finance: Accelerating crowdfunding for educational empowerment. International Journal of Islamic Economics, 5(2), 210-226.
Ramadhan, F., & Siregar, H. (2025). Pengaruh transparansi laporan keuangan PSAK 112 terhadap minat wakif dalam berwakaf uang di lembaga pendidikan. Jurnal Riset Akuntansi Syariah, 7(1), 39-54.
Rohman, M. (2022). Pendayagunaan zakat produktif asnaf fi sabilillah untuk beasiswa pendidikan berkelanjutan. Ziswaf: Jurnal Zakat dan Wakaf, 9(1), 76-92.
Sandelowski, M., & Barroso, J. (2007). Handbook for synthesizing qualitative research. Springer Publishing Company.
Saputra, D., & Arifin, Z. (2024). Pelatihan penyusunan strategic budgeting berbasis syariah bagi kepala madrasah swasta. Jurnal Pengabdian Masyarakat Keuangan, 4(2), 88-99.
Sidiq, M. H. (2023). Cross-subsidization model dalam manajemen pembiayaan sekolah Islam terpadu. Educational Finance Review, 12(2), 104-118.
Siregar, M. (2025). Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) sebagai alternatif instrumen pendanaan infrastruktur pendidikan tinggi Islam. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 13(1), 54-69.
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333-339.
Suryadi, E. (2024). Metodologi riset kualitatif dalam pembiayaan pendidikan: Tren dan pergeseran paradigma. Jurnal Ilmiah Edutec, 15(1), 22-37.
Suryani, L., & Handoko, T. (2023). Tinjauan yuridis sinkronisasi undang-undang zakat dan undang-undang wakaf dalam pembiayaan mikro pendidikan Islam. Jurnal Legislasi Indonesia, 20(3), 312-326.
Thomas, J., & Harden, A. (2008). Methods for the thematic synthesis of qualitative research in systematic reviews. BMC Medical Research Methodology, 8(1), 1-10.
Widiastuti, T., Mawardi, I., & Robani, A. (2024). Optimization of Islamic financial technology for professional Islamic educational funding. Journal of King Abdulaziz University: Islamic Economics, 37(1), 43-60.
Wulandari, S., Tobing, R., & Siregar, A. (2023). Peran public trust sebagai variabel mediator hubungan transparansi dengan loyalitas donatur filantropi pendidikan. Jurnal Manajemen Keuangan, 12(2), 115-130.