DESAIN DIDAKTIS MATERI NILAI TEMPAT BILANGAN UNTUK SISWA KELAS II SD
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya learning obstacle yang dialami siswa kelas II SD pada materi nilai tempat bilangan sehingga diperlukan desain didaktis yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi learning obstacle, merancang desain didaktis, dan mendeskripsikan implementasinya pada pembelajaran nilai tempat bilangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Didactical Design Research (DDR). Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas II SD Negeri 6 Talang Ubi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, tes diagnostik, tes prasyarat, dan tes identifikasi akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa learning obstacle yang dialami siswa meliputi kesulitan mengenali angka penyusun bilangan, menentukan nilai tempat, menentukan banyak puluhan dan satuan, serta membaca dan menulis lambang bilangan. Berdasarkan hasil tersebut disusun Hypothetical Learning Trajectory (HLT) dan desain didaktis hipotetik dengan memanfaatkan media konkret, kartu angka, tabel nilai tempat, Smart Board, LKPD, dan diskusi kelompok. Implementasi desain didaktis berhasil menurunkan learning obstacle pada seluruh indikator. Penurunan terbesar terjadi pada indikator menentukan nilai tempat puluhan, dari 30,78% menjadi 7,69% (turun 23,09%). Dengan demikian, desain didaktis yang dikembangkan efektif membantu siswa memahami konsep nilai tempat bilangan dan layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Brousseau, G. (1997). Theory of didactical situations in mathematics. Kluwer Academic Publishers.
Bruner, J. S. (1966). Toward a theory of instruction. Harvard University Press.
Fentianti, N., Saputro, B. A., & Artharina, F. P. (2024). Desain pembelajaran bilangan bulat pada konteks nilai tempat menggunakan aplikasi GeoGebra untuk mendukung kemampuan literasi numerasi siswa kelas IV.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Mulyasari, D., & Fahrozy, A. (2023). Pembelajaran nilai tempat bilangan berbasis pengalaman kontekstual untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar.
Nurhayati, N., & Hidayat, T. (2022). Pengembangan desain pembelajaran nilai tempat bilangan melalui penggunaan media manipulatif pada siswa sekolah dasar.
Piaget, J. (1970). Science of education and the psychology of the child. Orion Press.
Putri, A., & Wijaya, A. (2023). Analisis kesalahan siswa dalam memahami konsep nilai tempat bilangan pada pembelajaran matematika sekolah dasar.
Rahmawati, R., & Hidayat, T. (2024). Penerapan scaffolding dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa sekolah dasar.
Rusman. (2023). Teori-teori pembelajaran: Mengembangkan profesionalisme guru (Edisi revisi). Rajawali Pers.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Alfabeta.
Suryadi, D. (2010). Didactical Design Research (DDR) dalam pengembangan pembelajaran matematika. Universitas Pendidikan Indonesia.
Suryadi, D. (2019). Didactical Design Research (DDR): Membangun pembelajaran matematika yang adaptif. Rizqi Press.
Trianto. (2023). Model pembelajaran inovatif berorientasi konstruktivistik. Bumi Aksara.
Ulfah, N., Laily, S., Farah, A., & Rahmawati, D. (2024). Pembelajaran materi nilai tempat bilangan berbasis ICARE terintegrasi Islam di kelas II SD/MI.
Van de Walle, J. A., Karp, K. S., & Bay-Williams, J. M. (2021). Elementary and middle school mathematics: Teaching developmentally (10th ed.). Pearson.