RETORIKA SEBAGAI SENI BERBICARA MENGHIBUR DAN MEMBERIKAN KETERAMPILAN DARI TALI KUR KEPADA ANAK ANAK PANTI ASUHAN HAYAT
Isi Artikel Utama
Abstrak
Kemampuan berbicara dan kompetensi retorika merupakan keterampilan komunikasi yang sangat penting dan perlu dikembangkan sejak usia dini, khususnya pada generasi Alpha yang tumbuh di tengah tuntutan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi yang efektif. Namun, berdasarkan hasil observasi awal, anak-anak di Panti Asuhan Hafizil Yatamu masih mengalami keterbatasan dalam keterampilan berbicara, kepercayaan diri, serta penguasaan teknik dasar retorika, termasuk artikulasi, intonasi, dan bahasa tubuh. Keterbatasan ini berpotensi memengaruhi kemampuan interaksi sosial, ekspresi diri, dan perkembangan pribadi anak-anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seni berbicara dan memperkuat keterampilan retorika anak-anak generasi Alpha melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan berbasis teknologi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi menggunakan media PowerPoint, praktik langsung seni berbicara secara terbimbing, kegiatan ice breaking yang interaktif untuk meningkatkan keterlibatan dan kepercayaan diri, serta evaluasi formatif menggunakan aplikasi permainan edukatif Wordwall. Kegiatan ini dilaksanakan dalam suasana belajar yang ramah anak dan interaktif guna mendorong partisipasi aktif serta pengalaman belajar yang bermakna. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang nyata dalam keberanian berbicara, kejelasan artikulasi, penggunaan intonasi yang tepat, serta pemanfaatan bahasa tubuh yang lebih efektif dalam komunikasi lisan. Selain itu, anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi, partisipasi aktif, serta peningkatan kemauan untuk menyampaikan gagasan di depan orang lain. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi strategi pembelajaran kreatif dan pemanfaatan media digital secara efektif mampu mendukung pengembangan keterampilan berbicara dan retorika pada anak-anak. Dengan demikian, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan retorika anak-anak panti asuhan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepercayaan diri, keterampilan sosial, dan perkembangan pribadi mereka secara keseluruhan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Grafiti.
Hamalik, O. (2017). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Keraf, G. (2010). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Nurgiyantoro, B. (2018). Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Prensky, M. (2018). Education to Better Their World. New York: Teachers College Press.
Ratna, N. K. (2014). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Semi, M. A. (2012). Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa.
Susanti, E. (2021). Pengaruh media digital terhadap kemampuan komunikasi anak. Jurnal Pendidikan Anak, 10(1), 45–55.
Tarigan, H. G. (2011). Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Uno, H. B. (2016). Teori Motivasi dan Pengukurannya dalam Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Wahyuni, S., & Lestari, R. (2020). Pelestarian pembelajaran berbasis budaya dan keterampilan komunikasi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25(1), 45–56.
Yuliana, D. (2019). Peran keterampilan berbicara dalam pembentukan