PERAN ICE BREAKING DALAM MENCIPTAKAN SUASANA BELAJAR MEYENANGKAN DI SD
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran ice breaking dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan interaktif di SD Negeri 6 Metro Utara, khususnya pada mata pelajaran Matematika kelas II. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ice breaking memiliki peran penting dalam mengatasi kejenuhan, meningkatkan motivasi belajar, membantu memusatkan konsentrasi siswa, serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif dan nyaman. Guru menerapkan kegiatan ini secara fleksibel dan spontan, baik di awal, tengah, maupun akhir pembelajaran, sebagai respons terhadap kondisi kelas. Pelaksanaan yang spontan dinilai sesuai dengan karakteristik siswa kelas rendah yang mudah kehilangan fokus dan memerlukan variasi aktivitas selama proses belajar berlangsung. Dampak positif dari penerapan ice breaking terlihat pada meningkatnya perhatian siswa, terciptanya interaksi yang positif antara guru dan siswa, serta kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ice breaking merupakan strategi yang efektif dalam menciptakan suasana belajar yang positif, interaktif, dan mendukung keberhasilan pembelajaran di sekolah dasar.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
ARIANTI, A. (2019). Urgensi Lingkungan Belajar Yang Kondusif Dalam Mendorong Siswa Belajar Aktif. Didaktika, 11(1), 41. https://doi.org/10.30863/didaktika.v11i1.161
Dewi, F. C. (2023). Implementasi Ice Breaking dalam Menciptakan Pembelajaran Fun Learning dan Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas V Di SDN Banyuajuh 2 Kamal. Journal of Education for All, 1(4), 273–280. https://doi.org/10.61692/edufa.v1i4.69
Ferdy Fahrurrazi, & Sri Setia Putra Jayawardaya. (2024). Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SD Melalui Metode Pembelajaran Interaktif. Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Budaya, 2(3), 101–110. https://doi.org/10.61132/semantik.v2i3.776
Hidayah, T. N., & Muallifatul Khorida Filasofa, L. (2024). Penerapan Ice Breaking dalam Meningkatkan Semangat Bermain Anak. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 805–814. https://doi.org/10.37985/murhum.v5i2.980
Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.
Sugiyono. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif. In Rake Sarasin (Issue March). https://scholar.google.com/citations?user=O-B3eJYAAAAJ&hl=en
Wana, P. R., Ruchiyat, M. G., & Nurhidayah, S. (2024). Pengaruh Ice Breaking terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Jendela Pendidikan, 4(01), 110–124. https://doi.org/10.57008/jjp.v4i01.698