PENERAPAN MODEL INQUIRY LEARNING BERBANTUAN MEDIA CERITA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS III SD GMIT AIRNONA 12 KUPANG
Isi Artikel Utama
Abstrak
Rendahnya minat membaca siswa kelas III SD GMIT Airnona 12 Kupang menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kondisi tersebut terlihat dari kurangnya partisipasi siswa dalam kegiatan membaca, rendshnya ketertarikan terhadap bacaan, serta belum optimalnya keterlibaran siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dalam upaya meningkatkan minat membaca iswa, diperlukan penerapan model pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar aktif, menarik, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Inquiry Learning berbantuan media cerita bergambar dalam meningkatkan minat membaca siswa kelas III SD GMIT Airnona 12 Kupang, dengan penekanan pada aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 13 siswa kelas III A SD GMIT Airnona 12 Kupang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh dianalisis secara deksriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui peningkatan minat membaca siswa pada setiap siklus pembelajaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model Inquiry Learning berbantuan media cerita bergambar mampu meningkatkan minat membaca siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Pada tahap Pre-test, presentase ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 23,1 % dengan rata-rata kelas 41,9. Setelah diterapkan tindakan pada siklus I, presentase ketuntasan meningkat menjadi 53,9% dengan rata-rata kelas 62,7. Selanjutnya pada siklus II, prsentase ketuntasan kembali meningkat menjadi 92,3% dengan rata-rata kelas 84,6. Selain itu, aktivitas guru meningkat dari nilai 81,7 pada siklus I dan menjadi 95 pada siklus II, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 63,6 menjadi 98,71. Peningkatan tersebut menunjukan bahwa siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan tertarik dalam kegiatan membaca melalui pengunaan media cerita bergambar. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapa model Inquiry Learning berbantuan media cerita bergambar efektif dalam meningkatkan minat membaca siswa kelas III SD GMIT Airnona 12 Kupang.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Anisah, Noor. 2020. “Upaya Peningkatan Minat Baca Dan Pengetahuan Siswa Melalui Model Pembelajaran Inkuiri Di MTs. Miftahul Huda Jleper Demak Jawa Tengah.” Jurnal Paedagogy 7(4):408. doi:10.33394/jp.v7i4.2947.
Agustini, A., S. Rahmawati, D. Annisha, and ... 2024. Inquiry-Based Learning Dalam Kurikulum Merdeka.
Depin, Habib Nurwahid, Franklin Yohanes Sulla, and Yusawinur Barella. 2024. “Inquiry Learning: Pengertian, Sintaks Dan Contoh Implementasi Di Kelas.” Indonesian Journal on Education and Learning 1(2):39–43.
Hidaya, Zahra Yuniar Panca, Idah Faridah Laily, and Inayatul Ummah. 2022. “Pengaruh Media Pembelajaran Buku Cerita Bergambar Terhadap Minat Baca Siswa Kelas III Madrasah Ibtidaiyah.” Journal of Integrated Elementary Education 2(2):144–56. doi:10.21580/jieed.v2i2.13058.
Rafidah Ulfah Rusmi, Salsabila, Wiryanto, and Hendratno. 2023. “Implementasi Model Inquiry Learning Untuk Meningkatkan Minat Membaca Siswa Kelas Ii Sd Hanura Bina Putra.” 08.
Witraini, Yulia, and Melva Zainil. 2025. “Analisis Kualitas Pendidikan Di Indonesia Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran ( JTPP ).” 02(04):953–57.