PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA POHON PINTAR DAN MEDIA PUZZLE PADA PEMBELAJARAN IPAS DI KELAS III SD NEGERI 69 PALEMBANG
Isi Artikel Utama
Abstrak
Berdasarkan hasil observasi awal sebelum penelitian di lapangan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS masih tergolong rendahh yang di sebabkan oleh pembelajaran yang masih monoton dan berpusat pada guru menyebabkan siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Oleh karena itu, diperlukan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan media Pohon Pintar dan media Puzzle pada pembelajaran IPAS di kelas III SD Negeri 69 Palembang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental berupa One Group Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 58 siswa yang terbagi menjadi kelas IIIA dan kelas IIIB. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar pilihan ganda yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan media Pohon Pintar sebesar 75,33, sedangkan siswa yang menggunakan media Puzzle sebesar 67,50. Hasil uji homogenitas menunjukkan nilai signifikansi 0,131 > 0,05 sehingga data bersifat homogen. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,140 lebih besar daripada t tabel 2,003 dan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,037 < 0,05. Dengan demikian, H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan media Pohon Pintar dan media Puzzle pada pembelajaran IPAS. Media Pohon Pintar terbukti lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan media Puzzle.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Andriani, E., & Rizqiyani, R. (2024). Pengembangan media pohon pintar untuk meningkatkan kognitif anak usia 4–5 tahun. Jurnal, 5(1), 142–154. https://doi.org/10.32332/8625
Anggraini, S. (2022). Upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik di sekolah dasar. Basicedu, 6(3), 5287–5294. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.3071
Cahyaningtyas, I., Habiby, W. N., & Arfianto, A. (2024). Media puzzle untuk meningkatkan kerjasama dan hasil belajar dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Journal on Education, 6(3), 17956–17964. https://doi.org/10.31004/joe.v6i3.5728
Kartikasari, D., & Wuryandini, E. M. N. (2024). Implementasi media puzzle untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPAS di SDN Mlatiharjo 02 Semarang. Journal on Education, 7(1), 3193–3201. https://doi.org/10.31004/joe.v7i1.6790
Khairiyah, U., & Dewinda, H. R. (2022). Peran pendidikan karakter dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang bermutu. Psyche 165 Journal, 15(3), 119–124. https://doi.org/10.35134/jpsy165.v15i3.175
Nugraha, A. P., Purwiyastuti, W., & Listyani, L. (2024). Penggunaan puzzle sebagai media inovatif dalam pembelajaran IPS SD kelas III. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia, 10(1), 113–127. https://doi.org/10.26737/jpipsi.v10i1.6366
Putra, A., Damayanti, P. S., & Srirahmawati, I. (2022). Pengembangan media bagan pohon terhadap hasil belajar siswa kelas V di sekolah dasar. Holistika, 6(2), 85–92. https://doi.org/10.24853/holistika.6.2.85-93