SOSIALISASI PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING (HOMEMADE) DARI DAUN PANDAN WANGI (PANDAMUS AMMARYLLIFOLIUS ROXB) DI DESA PASAR LAMA

Isi Artikel Utama

Meliza Meliza
Nenni Faridah Lubis
Wilda Sari Harahap
Mutiara Mutiara

Abstrak

Sabun  adalah  bahan  yang  digunakan  untuk  mencuci baik  pakaian,  perabotan, badan, dan lain-lain yang terbuat dari campuran alkali (natrium atau kalium hidroksida), dan trigliserida dari asam lemak rantai karbon. Bahan pembusa yang paling umum digunakan adalah Sodium Lauryl Sulfate (SLS). Dampak negatif dari SLS  dapat  menyebabkan  iritasi  kulit  ringan  maupun  berat.  Oleh  karena  itu  perlu diformulasikan  sabun  cuci  piring  yang  ramah  lingkungan  dan  tidak  mengandung SLS. Daun  pandan (Pandanus   amaryllifolius Roxb) merupakan   tanaman   yang tumbuh   liar, termasuk  dalam  suku  Pandanaceae  yang  dimanfaatkan  sebagai  obat  alami. Daun Pandan (Pandanus Amaryllifolius Roxb) memiliki kandungan alkaloid, saponin,  flavonoid, polifenol  dan  tanin. Beberapa  penelitian  telah  membuktikan bahwa daun pandan dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Kandungan saponin dalam  daun  pandan tersebut  berfungsi  sebagai  penghasil  busa  jika  di  kocok  pada air dan juga memiliki zat antibakteri. Tujuan dari sosialisasi ini untuk memberi edukasi pemanfaatan bahan alam untuk pembuatan sabun cuci piring yang ramah lingkungan. Metode Yang digunakan participatory action research dengan melibatkan partisipasi aktif warga masyarakat di desa Pasar Lama. Hal ini akan berpotensi untuk menjadi peluang usaha untuk masyarakat Desa Pasar Lama

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Meliza, Meliza, Nenni Faridah Lubis, Wilda Sari Harahap, dan Mutiara Mutiara. “SOSIALISASI PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING (HOMEMADE) DARI DAUN PANDAN WANGI (PANDAMUS AMMARYLLIFOLIUS ROXB) DI DESA PASAR LAMA”. Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat 3, no. 1 (Februari 8, 2024): 174–178. Diakses Juli 22, 2024. https://jurnal.spada.ipts.ac.id/index.php/adam/article/view/1781.
Bagian
adam

Referensi

Amalia, R., Paramita, V., Kusumayanti, H., Wahyuningsih, W., Sembiring, M.,&Rani, D. E. (2018). Produksi Sabun Cuci Piring Sebagai Upaya Peningkatan Efektivitas Dan Peluang Wirausaha. Metana, 14(1),5. https://doi.org/10.14710/metana.v14i1.18657

Agustiningsih, W, A., dan Mindaningsih. 2010.Optimasi Cairan Penyari Pada Pembuatan Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amarillyfolius, Roxb)Secara Maserasi Terhadap Kadar Fenolik dan Flavonoid Total.Jurnal Momentum. Vol. 6 (2): 36-41.

Annazili, H. Na. dan Zebua, F. 2019. Pelatihan Pembuatan Sabun Cair Cuci Piring Untuk Meningkatkan Keterampilan Kewirausahaan Peserta Didik Di Mas Al-Washliyah Desa Pakam. Jurnal Anadara Pengabdian Kepada Masyarakat. 1(1), 39-42. ISSN: 2685-2179 (Online).

Jayani, N. I. E., Kartini dan Basirah, N. (2017) “Formulasi Sediaan Sabun Cuci Tangan Ekstrak Jeruk Nipis ( Citrus aurantifolia ) dan Efektivitasnya sebagai Antiseptik,” Media Pharmaceutica Indonesiana, 1(4), hal. 222–229

Haro, A., AWS Waspodo, A., & Wahyu Handaru, A. (2017). Peningkatan Keterampilan Bagi Ibu Rumah Tangga Dalam Rangka Penghematan Pengeluaran Melalui Pembuatan Sabun Cair Sederhana. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani(JPMM),1(2),194–206. https://doi.org/10.21009/jpmm.001.2.04

Sulustyaningsih, E., & Pakpahan, I. P. (2020). Pembuatan Sabun Pencuci Piring Sebagai Peluang Usaha Bagi Ibu Pkk Dusun Putat Wetan, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Gunung kidul. Jurnal Dharma Bakti, 3(2), 94–99.