PEMANFAATAN KULIT BAWANG SEBAGAI BAHAN PEMBASMI HAMA PADA TANAMAN PETANI DESA PARTIHAMAN SAROHA
Isi Artikel Utama
Abstrak
Desa Partihaman Saroha merupakan komunitas agraris yang mayoritas penduduknya bergantung pada sektor pertanian. Namun petani sering kali menghadapi tantangan berupa serangan hama yang merusak tanaman dan menurunkan hasil panen. Penggunaan pestisida kimia yang mahal dan berdampak negatif terhadap lingkungan menambah beban para petani. Sehingga dibutuhkan solusi untuk mngatasi hal tersebut. Adapun tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membantu meningkatkan produksi hasil tani masyarakat dengan memanfaatkan bahan alami kulit bawang sebagai pembasmi hama tanaman. Metode yang digunakan dalam bentuk pelatihan dan edukasi kepada segenap masyarakat desa Partihaman Saroha. Adapun peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 35 orang yang terdiri masyarakat petani desa Partihaman Saroha. Kulit bawang merah mengandung senyawa aktif seperti acetogenin dan squamosin yang memiliki potensi sebagai pestisida nabati. Kulit bawang merah dapat di olah menjadi pestisida nabati, hal ini terbukti efektif dalam mengurangi serangan hama, memberikan alternatif yang lebih murah, aman bagi para petani, serta mendukung keberlanjutan lingkungan. Selain itu menjadi inovasi baru untuk memberantas hama yang bernilai ekonomis untuk para petani di desa Partihaman Saroha.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
Alfiansyah, H., Nurmansyah, A., & Juan, S. 2023. Potensi degradasi lingkungan dampak eksistensi karbofuran di Indonesia. Jurnal Bisnis Kehutanan dan Lingkungan, 1(1): 66–87. https://doi.org/10.61511/jbkl.v1i1.2023.258
Damanik, D. L., Shifa, N., Cindy, A. I., Lufti, F., Sindy, W., Ridwan, F., Ratna, D., Andrian, R., Ainul, F. G., Gupi., Salma, H., Ruly., & Ichsan, A. F. (2022). Pestisida Nabati Berbahan Baku Limbah Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) untuk Mengatasi HamaPenting pada Tanaman Asparagus (Asparagus officinalis). Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, 4(2). 151-158. https://doi.org/10.29244/jpim.4.2.23-30
Kojima N, Tanaka T. 2009. Medicinal chemistry of annonaceous acetogenins: Design, synthesis, and biological evaluation of novel analogues. Molecules 14: 3621-3661; doi:10.3390/=molecules14093621
Klorogan, D., & Geger, K. (2022). Jurnal Tadris IPA Indonesia. 2(1), 111–120.
Mulyati, S. (2020). Efektivitas Pestisida Alami Kulit Bawang Merah terhadap Pengendalian Hama Ulat Tritip (Plutella Xylostella) Pada Tanaman Sayur Sawi Hijau. Journal of Nursing and Public Health, 8(2). 79-86. https://doi.org/10.35799/jm.1.1.2012.427
Nurazman, Mutaqin, A, Z., & Wulandari, A, P. (2013). Utilization of onion and garlic for 156 bio-pesticide in cipanas and nangelasari village district cipatujah tasikmalaya. Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat, 2(1), 41–46.
Nuriyatul Hasanah. (2007). UJI SARI UMBI BAWANG PUTIH ( Allium sativum L .) TERHADAP MORTALITAS LARVA ULAT GRAYAK ( Spodoptera litura F .) INSTAR 3. 02330048, 2330048.
Shofiyah, S. (2018). Uji Efektivitas Ekstrak Daun Dan Biji Sirsak (Annona Muricata Linn) Terhadap Kutu Daun Persik (Myzus Persicae Sulz)(Homoptera; Aphididae) Pada Tanaman Cabai (Capsicum Annum L.). Universitas Brawijaya. http://respository.ub.ac.id/id/eprint/162013
Tanaka K, Choi J, Cao Y, Stacey G. 2014.Extracellular ATP acts as a damage-associated molecular pattern (DAMP) signal in plants. Front Plant Sci. 5: 446; doi: 10.3389/fpls.2014.00446.
Yennie, E., & Elystia, S. (2013). Pembuatan Pestisida Organik Menggunakan Metode Ekstraksi Dari Sampah Daun Pepaya Dan Umbi Bawang Putih. Jurnal Dampak, 10(1), 46. https://doi.org/10.25077/dampak.10.1.46-59.2013
Yunus, E. Y., Hadana, A. K., Wicaksono, Y., Zunaidi, B. S., & Arliansyah, A. A. (2022). Pendayagunaan Limbah Kulit Bawang Merah sebagai Bahan Pembuatan Pestisida Organik pada Desa Sekarkare. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 3(1), 216-219. https;//doi.org/10.55338/jpkmn.v3i1,314