PERAN PENDIDIKAN SENI DALAM KONTEKS KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan seni dalam konteks Kurikulum Merdeka, menganalisis perannya dalam pengembangan kreativitas siswa, serta mengidentifikasi kendala dan strategi guru dalam pelaksanaan pembelajaran seni pada siswa kelas V SD Negeri 128 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas V dan sepuluh siswa kelas V SD Negeri 128 Palembang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan seni telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang berpusat pada siswa, menyenangkan, dan bermakna. Pembelajaran seni dilaksanakan melalui pendekatan Project Based Learning (PjBL) dengan kegiatan pembuatan karya batik secara berkelompok. Pendidikan seni berperan dalam mengembangkan kreativitas, kemampuan berekspresi, keterampilan motorik, kemampuan pemecahan masalah, kerja sama, dan kepercayaan diri siswa. Selain itu, pembelajaran seni mendukung penguatan Profil Pelajar Pancasila, terutama pada dimensi kreatif, bernalar kritis, mandiri, dan gotong royong. Kendala yang dihadapi guru meliputi keterbatasan media pembelajaran, waktu, dan kondisi emosional siswa yang beragam. Untuk mengatasinya, guru menerapkan berbagai strategi seperti penggunaan media sederhana, sistem motivasi, dan metode pembelajaran yang kreatif. Dengan demikian, pendidikan seni memiliki peran penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan pengembangan potensi siswa secara holistik.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Adhikari, S., Shrestha, S. K., and Karky, J. R. (2025). Need of Reformation in Curriculum for Improving Creativity and Critical Thinking in the Present Education System. Journal of Balkumari College, 14(1), 83–88.
Dini, T. A. (2020). Paradigma pendidikan seni untuk kehidupan anak. Jurnal Imajinasi, XIV (1), 49-56.
Fitra, D. (2023). Kurikulum Merdeka dalam pendidikan modern. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 6(2), 149-156.
Hasan, M., et al. (2021). Dasar-dasar ilmu pendidikan. CV Tahta Media Group.
Hera, T., Cahyono, A., Malarsih, M., Sugiarto, E., dan Saearani, M. F. T. B. (2025a). Conservative ideology in community-based arts education: An ethnographic study of dance learning. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 17(4), 8247–8262.
Hera, T., Cahyono, A., Malarsih, M., Sugiarto, E., dan Saearani, M. F. T. B. (2025b). Ideology in dance learning for the elementary school students: Project-based evaluation. Profesi Pendidikan Dasar, 12(3), 338–351.
Hera, T., dan Nurdin, N. (2019). Kontribusi motivasi mahasiswa dalam proses kreatif penciptaan tari pada mata kuliah koreografi. Jurnal Sitakara, 4(1), 1–17.
Hidayatullah, S., Muqowim, dan Fauzi, M. (2023). Kurikulum Merdeka Perspektif Pemikiran Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Jurnal Literasiologi, 9(2), 88–98.
Jamaludin, U., Pribadi, R. A., dan Mulyawat, F. (2023). Karakteristik belajar dan pembelajaran anak usia sekolah dasar (SD). Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 9(2), 4744-4753.
Kalayci, S. M. (2024). The role of spiritual and formal effects in the perception of emotional states constituting a work of art. Motif Akademi Halkbilimi Dergisi, 17(45), 307–316.
Kartini, A., dan Hidayah, N. (2024). Peran guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka pada pembelajaran seni di kelas V SDN 044 Cicadas Awigombong. Daya Nasional: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(1), 17-23.
Kasiyan., dan Zuhdi, B. M. (2023). Dua basis paradigma utama pendidikan seni: Horizon filosofis historis dan teoretis. UNY Press.
Khotimah, M. H. (2023). Sejarah Seni Kaligrafi Dalam Islam dan Perkembangannya di Indonesia. Jurnal Ekshis, 1(2), 1–14.
Lestari, N. H. P., Ichsan, Y., Sukriyanto, R., dan Asela, S. (2021). Urgensi Seni Rupa Kaligrafi Dalam Pendidikan Islam. PALAPA: Jurnal Studi Keislaman Dan Ilmu Pendidikan, 9, 126–136.
Magdalena, I., Yoranda, D. O., dan Savira, D. (2021). Pentingnya memahami karakteristik siswa sekolah dasar di SDN Sudimara 5 Ciledug. Trapsila: Jurnal Pendidikan Dasar, 3(2), 50-59.
May, Y. T., dan Ali, U. (2023). Kemampuan Dasar Guru yang Profesional dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar. Daskalos: Penelitian Tindakan Kelas, 1(1), 36–44.
Nugraha, T. S. (2022). Kurikulum Merdeka untuk pemulihan krisis pembelajaran. Inovasi Kurikulum, 19(2), 251-262.
Pulu, F. B. K., Beba, A., Hale, O., Woi, M. A., dan Meo, M. A. (2023). Penerapan pendidikan seni untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan (hlm. 121-128).
Rodliyah. (2021). Pendidikan dan Ilmu Pendidikan. IAIN Jember Press.
Salsabilla, I. I., Jannah, E., dan Juanda. (2023). Analisis modul ajar berbasis Kurikulum Merdeka. Jurnal Literasi dan Pembelajaran Indonesia, 3(1), 33-41.
Subro, M. H., dan Fawaid, A. (2025). Penerapan pembelajaran abad 21 dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(6), 6344–6348.
Tuerah, R. M. S., dan Tuerah, J. M. (2023). Kurikulum Merdeka dalam perspektif kajian teori. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(19), 979-988.
Wahyuni, A. D., Imansyah, F., dan Hera, T. (2023). Penanaman karakter cinta tanah air melalui pembelajaran SBdP. BADA’A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 5(1), 148-156.
Win, A., Suartini, L., dan Sutrisno, L. B. (2024). Pembelajaran seni rupa dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha, 14(1), 14-26.
Wurtiningsih, W. (2023). Pendidikan seni budaya: Mendorong kreativitas dan apresiasi budaya dalam pembelajaran. Educational Journal: General and Specific Research, 3(2), 311-317.